JAKARTA - Isu lama yang pernah mengaitkan Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Prof. Dr. Bambang Wibawarta dengan Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI kembali beredar di media sosial.
Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi M. Asrian Mirza mengatakan isu serupa pernah muncul saat Bambang mengikuti pemilihan Rektor Universitas Indonesia pada 2019.
“Itu isu lama. Pernah muncul waktu Pak Bambang maju sebagai rektor UI. Tapi sudah dibantah,” kata Asrian melalui sambungan telepon, Jumat, 7 Agustus.
Isu tersebut memang pernah menjadi pemberitaan pada 2019. Republika pada 19 September tahun itu menulis Bambang, yang ketika itu menjadi salah satu calon Rektor UI, diterpa tudingan sebagai kader HTI.
Bambang saat itu menolak tudingan tersebut. Ia bahkan meminta pihak yang memiliki bukti menyerahkannya kepada panitia pemilihan rektor.
Ia juga menunjuk rekam jejaknya sebagai pembicara di lingkungan Nahdlatul Ulama, TNI, dan kepolisian. Bambang memilih tidak menduga-duga siapa yang berada di balik isu tersebut.
“Tidak tahu, dan tidak mau berpikir itu. Kita konsentrasi saja bersinergi membangun bangsa dengan kebaikan tanpa melihat suku, ras, agama dan lain sebagainya,” kata Bambang dalam pemberitaan saat itu.
Asrian mengatakan isu yang muncul kembali sekarang tidak terlalu membuat Bambang bereaksi. Dari penjelasannya, Bambang disebut tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
Bahkan, Guru Besar Kajian Sastra dan Kajian Budaya UI Prof. Manneke Budiman melalui kolom komentar sebuah unggahan Instagram yang membahas Bambang menyampaikan pandangan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.
Asrian menilai kemunculan kembali isu tersebut cukup janggal.
“Aneh kok fitnah dan isu muncul.” kata Asrian santai.
また読む:
Asrian juga menyebut Bambang sebagai pejabat yang cukup tegas dalam menjalankan aturan di Kementerian Kebudayaan. Bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bambang Wibawa dan Asrian Mirza termasuk orang pertama di awal-awal pembentukan kementerian kebudayaan. Dan, saat ini Prof Bambang masih menjabat sebagai salah satu anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia.
Bambang sendiri belum dapat dimintai keterangan mengenai isu yang kembali beredar tersebut.
Dari sikapnya ketika isu serupa muncul pada 2019, Bambang saat itu memilih tidak memperpanjang polemik dan tetap fokus pada kegiatan akademik serta pekerjaan yang dijalankannya. Sepertinya hal serupa juga ia lakukan saat ini.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)