Transformasi Besar Bandara Indonesia, InJourney Airports Raih Penghargaan Internasional

JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports genap berusia satu tahun sejak dibentuk melalui penggabungan PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II). Dalam kurun waktu tersebut, berbagai transformasi besar telah dilakukan untuk menjadikan bandara di Indonesia lebih modern, nyaman, dan berdaya saing global.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa pembentukan InJourney Airports bukan sekadar penyatuan manajemen, tetapi juga langkah strategis untuk menghadirkan operator bandara kelas dunia yang mampu menjadi wajah kebanggaan Indonesia.

“Bandara tidak hanya menjadi pintu masuk dan keluar, tetapi juga wajah pertama dan terakhir Indonesia di mata dunia. Karena itu, InJourney Airports hadir sebagai value creator, face and pride of Indonesia, serta agent of development,” ujar Maya.

Transformasi Melalui 3 Pilar Utama

InJourney Airports menjalankan transformasi fundamental melalui tiga pilar utama:

  1. Premises – Revitalisasi infrastruktur dan fasilitas bandara berfokus pada pengalaman pelanggan.
  2. Process – Peningkatan operasional berbasis ekosistem dengan pengambilan keputusan berbasis data.
  3. People – Penguatan SDM dengan nilai, sikap, dan kompetensi berstandar global yang berorientasi pada pelanggan.

Transformasi dimulai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

  • Soekarno-Hatta:
    • Terminal 1C selesai direvitalisasi dan kini mampu menampung 9 juta penumpang per tahun, meningkat dari 3 juta.
    • Terminal 2F difokuskan untuk layanan haji dan umrah dengan kapasitas 6 juta jemaah per tahun.
    • Terminal 3 tampil baru dengan konsep hutan tropis, teknologi modern, dan beautifikasi fasilitas.
    • Kapasitas total bandara meningkat menjadi 95 juta penumpang per tahun.
  • Ngurah Rai Bali:
    • Kapasitas meningkat menjadi 32 juta penumpang per tahun dari sebelumnya 24 juta.
    • Fasilitas baru termasuk jembatan penyeberangan orang (JPO) megah yang menghubungkan terminal dengan gedung parkir.
    • Sentuhan arsitektur khas Bali dan ruang hijau memperkuat identitas budaya lokal.

Sentuhan Budaya dan Inovasi Layanan

Selain infrastruktur, InJourney Airports juga menghadirkan pengalaman yang autentik dengan mengangkat budaya Indonesia. Misalnya, kehadiran Indonesia Pavilion dan Exhibition Nusantara di Bandara Soekarno-Hatta, serta sentuhan arsitektur Bali di Bandara Ngurah Rai.

“Setiap perjalanan melalui bandara harus menjadi pengalaman yang berkesan, bukan sekadar proses transit,” kata Maya Watono.

Transformasi yang dilakukan membuahkan hasil. Hingga Agustus 2025, InJourney Airports telah:

  • Mengelola 37 bandara dengan total 160 juta penumpang.
  • Melayani 475 rute penerbangan (357 domestik, 118 internasional).
  • Meraih 27 penghargaan bergengsi Airports Service Quality (ASQ) Awards 2024 dari Airport Council International (ACI).
  • Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai naik peringkat dalam Skytrax World Airport Awards 2025.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menambahkan, “ASQ Awards yang kami terima sehari setelah InJourney Airports berusia satu tahun menjadi energi baru bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengalaman pelanggan.”

Bandara yang meraih ASQ Awards antara lain Yogyakarta Kulon Progo, Soekarno-Hatta, Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, SAMS Sepinggan Balikpapan, Sultan Hasanuddin Makassar, Pattimura Ambon, Supadio Pontianak, Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dan Ahmad Yani Semarang.

InJourney Airports menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan terbaik, memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan pariwisata, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

“Transformasi dan capaian ini tidak lepas dari semangat gotong royong serta dukungan masyarakat. Kami akan terus menjadikan bandara sebagai kebanggaan bangsa dan wajah terbaik Indonesia di mata dunia,” tutup Maya Watono. (ADV)