Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan Moskow, Presiden Trump: Kami Ingin Menghentikan Perang Rusia-Ukriana
JAKARTA - Presiden Donald Trump mengatakan pada Hari Minggu mengatakan, Ia yakin Amerika Serikat membuat kemajuan dalam pembicaraannya untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina, tetapi menolak memberikan rincian komunikasinya dengan Presiden Vladimir Putin.
Berbicara kepada wartawan di atas Air Force One, Trump mengindikasikan kedua pemimpin telah telah melakukan kontak, menandai percakapan pertama yang diakui secara resmi antara Presiden Putin dan Presiden AS sejak awal 2022.
Ketika ditanya apakah ia telah melakukan percakapan dengan Presiden Putin sejak Ia dilantik pada tanggal 20 Januari atau sebelumnya, Presiden Trump berkata: "Saya sudah melakukannya. Katakan saja saya sudah melakukannya. Dan saya berharap untuk melakukan lebih banyak percakapan. Kita harus mengakhiri perang itu," melansir Reuters 10 Februari.
"Jika kita berbicara, saya tidak ingin memberi tahu Anda tentang percakapan itu," kata Presiden Trump.
"Saya yakin kita membuat kemajuan. Kami ingin menghentikan perang Ukraina-Rusia," tandasnya.
Presiden Trump mengatakan Amerika Serikat tengah berkomunikasi dengan Rusia dan Ukraina.
"Kami tengah berbicara dengan kedua belah pihak," katanya.
Presiden Trump telah berjanji untuk mengakhiri perang, tetapi belum menjelaskan secara terbuka bagaimana ia akan melakukannya.
Dalam wawancara dari Air Force One pada Hari Jumat, Presiden Trump mengatakan kepada New York Post, Ia "lebih baik tidak mengatakan" berapa kali telah berbicara dengan Presiden Rusia. Ia juga tidak mengungkapkan kapan percakapan terakhir itu terjadi.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan TASS, "banyak komunikasi berbeda yang muncul."
"Saya pribadi mungkin tidak mengetahui sesuatu, tidak menyadari sesuatu," kata Peskov ketika diminta oleh TASS untuk berkomentar.
"Karena itu, dalam kasus ini, saya tidak dapat mengonfirmasi atau membantahnya," tambahnya.
Terpisah, Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz juga menolak menjelaskan lebih lanjut ketika ditanya tentang komunikasi antara kedua negara.
"Tentu saja ada banyak percakapan sensitif yang sedang berlangsung," kata Waltz di NBC News.
SEE ALSO:
Presiden Trump telah berulang kali mengatakan ingin mengakhiri perang dan akan bertemu dengan Presiden Putin untuk membahasnya, meskipun tanggal atau tempat pertemuan tersebut belum diumumkan.
Presiden Trump mengatakan kepada wartawan pada Hari Minggu, Ia akan bertemu dengan Presiden Putin pada waktu yang tepat.
Reuters sebelumnya melaporkan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dipandang oleh Rusia sebagai tempat yang memungkinkan untuk pertemuan puncak.