Bagikan:

JAKARTA - Bitmine mengambil langkah baru saat posisi Ethereum-nya masih merah besar. Perusahaan treasury Ethereum terbesar di dunia itu mengajukan penawaran 3 juta saham preferen perpetual Seri A dengan imbal hasil 9,5 persen per tahun.

Dikutip dari The Block, Kamis, 4 Juni, pengajuan itu disampaikan Bitmine kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada Rabu. Saham tersebut memiliki nilai acuan US$100 per lembar.

Saham preferen perpetual adalah saham yang memberi hak dividen tetap dan tidak memiliki jatuh tempo. Dalam skema Bitmine, dividen akan dibayar setiap pekan secara tunai jika diumumkan perusahaan.

Jika ada dividen yang belum dibayar, nilainya akan dikenai bunga majemuk. Bunganya dimulai dari 9,55 persen dan naik 5 basis poin setiap periode, dengan batas maksimal 15 persen.

Bitmine juga mengajukan pencatatan saham itu di Bursa Efek New York dengan kode BMNP. Perdagangan diperkirakan dimulai dalam 30 hari setelah penerbitan pertama.

Moelis & Company dan Cantor menjadi joint lead bookrunners dalam penawaran ini. Istilah itu merujuk pada pihak yang membantu mengatur dan memasarkan penerbitan saham kepada investor.

Dana bersih dari penawaran tersebut akan dipakai untuk kebutuhan umum perusahaan. Bitmine menyebut dana itu bisa digunakan untuk membeli tambahan ETH dan memperluas operasi staking. Staking adalah proses mengunci aset kripto untuk membantu jaringan blockchain dan memperoleh imbalan.

Langkah Bitmine mirip dengan strategi Strategy lewat saham preferen perpetual STRC. Produk itu menawarkan dividen 11,5 persen dan diminati investor yang mencari pendapatan bulanan, sambil mendapat eksposur tidak langsung ke bitcoin.

Sejak menghimpun sekitar US$2,52 miliar dalam penawaran umum perdana pada Juli 2025, program STRC milik Strategy tumbuh lewat penerbitan lanjutan. Nilai nosional total STRC kini sekitar US$10,5 miliar.

Namun, rencana Bitmine datang di tengah tekanan besar pada portofolio ether-nya.

Pada 1 Juni, Bitmine mengumumkan pembelian 26.497 ETH. Tambahan itu membuat total kepemilikannya menjadi 5.416.901 ETH.

Menurut data Dropstab yang dikutip The Block, perusahaan yang dipimpin Tom Lee itu diperkirakan menanggung rugi belum terealisasi sebesar US$9,2 miliar dari kepemilikan ether.

Rugi belum terealisasi berarti rugi di atas kertas. Nilainya baru benar-benar menjadi kerugian jika aset tersebut dijual pada harga yang lebih rendah dari harga beli.

Harga Ethereum juga masih tertekan. Pada Rabu pukul 21.50 waktu ET, ether diperdagangkan di US$1.774, turun 4,16 persen dalam 24 jam. Dalam setahun terakhir, harganya turun 32 persen.

Rencana itu muncul ketika Bitmine masih mencatat rugi besar di atas kertas dari kepemilikan ether-nya.