Bagikan:

JAKARTA - Lalamove Indonesia mencatat pertumbuhan layanan pengiriman jarak jauh sebesar 47 persen secara tahunan pada periode Januari–April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan distribusi yang cepat dan fleksibel tanpa harus menambah investasi armada logistik.

Managing Director Lalamove Indonesia Andito B. Prakoso mengatakan kebutuhan logistik kini berkembang ke layanan distribusi antarwilayah.

“Lalamove ingin terus menjadi mitra logistik yang dapat membantu pelaku usaha berkembang melalui solusi pengiriman yang fleksibel dan mudah diakses,” ujar Andito.

Data internal perusahaan menunjukkan mayoritas pengiriman jarak jauh berada pada rentang 50–80 kilometer dengan kontribusi 78 persen dari total pengiriman.

Sementara itu, pengiriman 80–100 kilometer sebesar 9 persen dan di atas 100 kilometer mencapai 13 persen.

Adapun rute yang paling banyak digunakan meliputi Jakarta–Kota Tangerang, Jakarta–Cikarang, dan Jakarta–Bandung.

Dari sisi armada, pikap bak menjadi kendaraan yang paling banyak digunakan dengan kontribusi 27 persen, diikuti van sebesar 22 persen dan sedan 21 persen.

Perusahaan juga mencatat sektor retail dan wholesale menjadi kategori bisnis yang paling banyak memanfaatkan layanan pengiriman jarak jauh.

Untuk mendukung layanan lintas wilayah, Lalamove menyediakan fitur pembayaran tol langsung melalui aplikasi guna mempermudah proses distribusi.