JAKARTA - Korea Selatan memangkas kewajiban cadangan minyak bagi perusahaan penyulingan swasta. Langkah ini diambil untuk memenuhi komitmen pelepasan minyak dalam aksi bersama negara-negara anggota Badan Energi Internasional atau IEA, di tengah gangguan pasar minyak akibat perang AS-Israel terhadap Iran, seperti dilaporkan Yonhap, Kamis, 28 Mei.
Mulai Jumat, perusahaan penyulingan minyak swasta di Korea Selatan hanya wajib menyimpan cadangan setara 20 hari rata-rata penjualan domestik. Aturan ini berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Sebelumnya, kewajiban cadangan minyak bagi perusahaan penyulingan mencapai 40 hari.
Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Keamanan Sumber Daya Korea Selatan, Yang Ghi-wuk, mengatakan keputusan itu dibuat agar Seoul dapat menjalankan komitmen melepas 22,46 juta barel minyak dari cadangan strategis paling lambat 9 Juni.
BACA JUGA:
Komitmen tersebut menjadi bagian dari rencana bersama 32 negara anggota IEA untuk membantu meredam gangguan pasar minyak.
IEA mengakui pelonggaran kewajiban cadangan minyak swasta sebagai bagian dari pelepasan cadangan strategis. Dengan aturan baru ini, perusahaan penyulingan dapat melepas pasokan ke pasar secara sukarela.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah Seoul berencana melaporkan kepada IEA pelepasan minyak sekitar 12 juta barel.
Bagi Seoul, ini cara cepat menambah pasokan ke pasar tanpa menunggu seluruh mekanisme cadangan strategis dibuka langsung oleh negara. Pasarnya sedang tegang. Minyak, seperti biasa, tidak pernah cuma soal energi.