Bagikan:

JAKARTA - Korea Selatan berupaya menahan kenaikan harga BBM di tengah krisis Timur Tengah. Pemerintah memakai batas atas harga dan meminta SPBU ikut menjaga pasar bahan bakar tetap stabil.

Yonhap dikutip Selasa, 19 Mei melaporkan, Menteri Perindustrian Korea Selatan Kim Jung-kwan pada Selasa mengapresiasi sejumlah SPBU yang dinilai membantu menstabilkan harga bahan bakar di dalam negeri.

Kim bertemu dengan perwakilan SPBU berbiaya rendah yang dipilih kelompok masyarakat pemantau pasar energi. Pertemuan itu digelar untuk mendorong pengelola SPBU melanjutkan upaya stabilisasi harga, sekaligus mendengar kendala mereka dalam menjalankan kebijakan batas atas harga BBM.

Kebijakan batas harga itu diterapkan sejak pertengahan Maret. Langkah tersebut diambil setelah harga minyak global naik akibat krisis Timur Tengah.

Menurut Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Sumber Daya Korea Selatan, kenaikan harga BBM di negara itu relatif lebih kecil dibandingkan beberapa negara lain.

Per Selasa pukul 09.00, harga rata-rata bensin di SPBU Korea Selatan sekitar 2.011 won atau 1,34 dolar AS per liter. Harga rata-rata solar berada di kisaran 2.006 won per liter.

Selama enam pekan terakhir, pemerintah membekukan batas atas harga bensin, solar, dan minyak tanah. Harga maksimum bensin reguler yang dipasok perusahaan penyulingan minyak lokal ke SPBU ditahan di 1.934 won per liter. Solar dipatok 1.923 won per liter. Minyak tanah 1.530 won per liter.

Angka ini penting karena kenaikan harga minyak global biasanya cepat menjalar ke biaya transportasi, biaya produksi, dan harga barang. Karena itu, pengendalian harga BBM menjadi isu yang langsung bersentuhan dengan konsumen.

Kementerian menyebut harga solar di Korea Selatan naik 26 persen dibandingkan sebelum perang Amerika Serikat-Israel pecah pada akhir Februari. Pada periode yang sama, harga solar di Amerika Serikat naik 44 persen, sedangkan Inggris naik 37 persen.

“Pemerintah dapat mengelola harga minyak domestik berkat upaya SPBU,” kata Kim, seperti dikutip Yonhap.

Kim meminta kerja sama pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat terus berlanjut hingga krisis Timur Tengah mereda.