JAKARTA — Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026 yang digelar Bank Jakarta bersama Otoritas Jasa Keuangan mendapat respons positif dari siswa SMAN 28 Jakarta.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat budaya menabung di kalangan generasi muda.
Salah satu siswi kelas XI SMAN 28 Jakarta, Zahwa Azalea Reza, menilai program tersebut membantu pelajar memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.
“Program ini sangat bagus karena membuat kami lebih memahami pentingnya menabung dan mengatur uang sejak sekarang,” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada VOI, Rabu, 20 Mei.
Menurut Zahwa, edukasi yang diberikan juga membuka pemahaman baru mengenai layanan dan program perbankan yang dapat dimanfaatkan pelajar, tidak hanya sebatas menyimpan uang di rekening tabungan.
Hal serupa disampaikan siswa kelas XI lainnya, Musthafa Ahmad Hermana. Ia mengatakan program KEJAR memberikan pengalaman edukasi keuangan yang interaktif dan relevan bagi pelajar.
“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pelajar karena mengajarkan cara mengelola uang dengan baik dan pentingnya memiliki tabungan untuk masa depan,” katanya.
Program KEJAR DKI Jakarta merupakan kolaborasi pemerintah daerah, sektor perbankan, dan regulator jasa keuangan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar.
BACA JUGA:
Sebagai bank milik Pemprov DKI Jakarta, Bank Jakarta juga menyalurkan bantuan sosial pendidikan seperti KJP Plus dan KJMU. Hingga April 2026, Bank Jakarta mengelola lebih dari 2,4 juta rekening pelajar dengan total simpanan mencapai Rp1,81 triliun yang berasal dari Tabungan Pelajar, SimPEL, dan KJP Plus.
Capaian tersebut turut mengantarkan Bank Jakarta meraih penghargaan implementasi KEJAR terbaik kategori Bank Pembangunan Daerah pada 2025.