JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyampaikan bahwa kebiasaan menabung dapat menjadi aktivitas yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Thomas mengungkapkan bahwa dana yang ditabung dan dikelola dengan baik sehingga dapat digunakan untuk hal-hal produktif.
"Coba bayangkan kalau kalian menabung terus, di suatu saat nanti bisa membantu orang tua, bisa membantu bapak ibu, bantunya apa? ya mungkin bikin rumah buat bapak ibu ke depan," ujarnya dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It), Kamis, 14 Agustus.
Ia menjelaskan bahwa membangun rumah tidak hanya memberi manfaat bagi keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lantaran dalam membangun rumah turut melibatkan banyak pihak, mulai dari kontraktor, tukang kayu, hingga produsen bahan bangunan.
"Itu membantu pekerjaan, menumbuhkan ekonomi. Jadi tabunglah terus, supaya kalian bisa membangun negeri, membantu orang tua, dan membangun nusa bangsa," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa nilai Simpanan Pelajar atau tabungan yang dimiliki oleh anak-anak usia sekolah saat ini telah mencapai lebih dari Rp32 triliun.
"Kalau saya boleh sampaikan, mungkin adik-adik tidak sadar bahwa sebenarnya simpanan pelajar, yaitu tabungan yang diberikan kepada anak-anak usia sekolah, itu saat ini seperti tidak bisa dipercaya, sudah mencapai nilainya Rp32 triliun lebih," ujar Mahendra dalam acara Ikutan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It), Kamis, 14 Agustus.
BACA JUGA:
Ia juga menambahkan bahwa jumlah tersebut berhasil terkumpul dari hampir 59 juta pemilik Simpanan Pelajar, yaitu para pelajar di seluruh Indonesia.
"Rp32 triliun tadi itu memang bisa dikumpul karena sudah terdapat hampir 59 juta pemilik tabungan atau simpanan pelajar. Jadi 59 juta anak-anak Indonesia yang sudah memiliki tabungan, dan tentu termasuk adik-adik di sini dan kalau lihat tadi jumlahnya Rp32 triliun, saya rasa semua ada isinya, walaupun tentu nilainya tidak sama," tuturnya.
Mahendra menyampaikan bahwa dana dalam tabungan digunakan untuk berbagai sektor pembangunan nasional, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Jadi apa yang adik-adik sumbangkan dalam bentuk tabungan itu pun, kemudian pada gilirannya memberikan nilai tambah dan sumbangsi yang besar kepada bangsa ini," tutupnya.