JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan konversi liquified petroleum gas(elpiji) ke gas alam terkompresi ataucompressed natural gas(CNG) diterapkan tahun ini.
Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Laode Sulaeman mengatakan, implementasi program tersebut akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa.
"Tahun ini, ditargetkan (mulai dikonsumsi masyarakat)," ujarnya dikutip Rabu, 6 Mei.
Nantinya, lanjut dia, uji coba tabung CNG 3 Kg diproyeksikan akan rampung dalam waktu 3 bulan ke depan.
Lebih lanjut Laode juga menyebut, program konversi elpiji ke CNG sudah memasuki tahap implementasi, bukan lagi sekadar kajian. Saat ini, fokusnya sudah pada penyediaan jenis tabung ukuran 3 kg yang sesuai.
Nantinya, Laode menyebut tabung yang akan digunakan kemungkinan merupakan tipe 4, yakni tabung berbahan polimer yang diperkuat material komposit sehingga lebih ringan dibanding tabung baja konvensional.
"Itulah yang dikejar, Pak Menteri (Bahlil Lahadalia) sampaikan tiga bulan ke depan itu sudah ada tipe 4 untuk 3 kg, dan dari situ nanti kita sudah mulai memproduksi dalam jumlah yang lebih masif," ungkap Laode.
Kendati demikian Laode tidak mengungkapkan peta jalan penerapan konversi LPG ke CNG. Menurutnya, peta jalan atau road map program ini masih dalam pembahasan dengan tim Ditjen Migas yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
"Polanya saya belum bisa umumkan, sedang disusun oleh tim, Pak Menteri juga memimpin langsung. Jadi nanti setelah itu akan disampaikan langsung oleh Pak Menteri, karena kan ini ada sisi penyiapan tabung, ada distribusinya, nah ini harus matching," beber Laode.
BACA JUGA:
Diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tengah mengembangkan CNG dalam kemasan tabung 3 kg sebagai alternatif pengganti LPG untuk rumah tangga.
Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, CNG bukanlah hal yang baru karena sudah mulai diterapkan di sejumlah hotel, restoran, hingga beberapa dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30-40 persen," jelas Bahlil.