Bagikan:

JAKARTA - Wall Street ditutup campuran pada Rabu. Harga minyak melonjak tajam, sementara The Fed mempertahankan suku bunga acuannya.

Dilansir Anadolu Agency, Kamis, 30 April, Dow Jones Industrial Average turun untuk hari kelima berturut-turut. Indeks saham unggulan itu melemah 0,57 persen atau 280,12 poin ke 48.861,81.

S&P 500 ikut turun tipis 0,04 persen atau 2,85 poin ke 7.135,95. Nasdaq Composite bergerak sebaliknya, naik 0,04 persen atau 9,4 poin dan ditutup di 24.673,24.

Tekanan utama datang dari minyak. Harga minyak mentah West Texas Intermediate, patokan AS, naik sekitar 8,5 persen ke atas 108 dolar AS per barel. Brent, patokan internasional, menguat sekitar 8 persen ke atas 120 dolar AS per barel.

Kenaikan itu dipicu kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah. Laporan menyebut Presiden AS Donald Trump telah meminta para pembantunya menyiapkan blokade panjang terhadap Iran.

Harga minyak makin naik setelah Trump dilaporkan menolak usulan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Blokade laut AS disebut akan tetap berjalan sampai ada kesepakatan yang menjawab kekhawatiran Washington atas program nuklir Iran.

Investor juga mencermati keputusan The Fed. Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC memutuskan dengan suara 8-4 untuk mempertahankan suku bunga dana federal di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.

Jumlah perbedaan pendapat itu menjadi yang tertinggi sejak 1992. Ini menunjukkan perbedaan pandangan yang cukup besar di tubuh bank sentral AS.

Bos The Fed Jerome Powell mengatakan harga minyak yang tinggi akan mendorong inflasi dalam jangka pendek. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran pasar bahwa pemangkasan suku bunga belum tentu dilakukan dalam waktu dekat.

Powell juga menyebut lonjakan harga energi belum mencapai puncaknya. Ia memperingatkan, guncangan minyak yang berlangsung lama dapat menekan ekonomi global dan memengaruhi arah kebijakan moneter.

Powell mengatakan ia “tidak punya pilihan” selain tetap berada di dewan The Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei. Ia menyebut langkah hukum yang diambil pemerintahan Trump sebagai alasannya.

Setelah keputusan The Fed, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin menjadi 4,41 persen.

Bursa Eropa juga melemah. Indeks Stoxx 600 pan-Eropa turun 0,60 persen ke 602,96.

CAC 40 Prancis turun 0,39 persen ke 8.072,13. FTSE MIB 30 Italia melemah 0,51 persen ke 47.796,03. FTSE 100 Inggris turun 1,16 persen ke 10.213,11.

DAX 40 Jerman melemah 0,27 persen ke 23.954,56. IBEX 35 Spanyol turun 0,74 persen ke 17.642,80.

Pasar kini menghadapi dua tekanan besar yakni harga minyak yang terus naik dan The Fed yang masih menahan suku bunga tinggi.