Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menata infrastruktur di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari kesiapan menjadi tuan rumah forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Mei 2026.

Penataan dilakukan melalui penanganan sungai, penataan drainase perkotaan serta penguatan sistem pengendalian banjir.

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung kenyamanan kota menjelang pelaksanaan forum internasional tersebut.

Sepanjang April 2026, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari melaksanakan normalisasi Sungai Korumba dan Sungai Mandonga di Kecamatan Mandonga.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri PU Dody Hanggodo agar penanganan sungai dimulai dari bagian muara guna memastikan aliran air berjalan lancar dari hulu menuju hilir berjalan lancer serta meminimalkan risiko genangan.

"Perbaikan jalan tentu akan sia-sia jika drainase tersumbat dan muara mengalami pendangkalan memicu banjir rob atau genangan saat hujan. Kalau muaranya terbuka lebar dan air mengalir deras, sedimen akan terbuang ke laut sehingga kapasitas aliran tetap terjaga," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 29 April.

Normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimen dan pendalaman alur sungai untuk meningkatkan kapasitas tampung dan memperlancar aliran air.

Untuk Sungai Korumba, pekerjaan normalisasi dilakukan sepanjang 650 meter dengan lebar 13 meter. Sementara untuk Sungai Mandonga, normalisasi dilaksanakan sepanjang 900 meter dengan lebar 12 meter.

Selain penanganan jangka pendek, Kementerian PU menyiapkan pembangunan drainase utama perkotaan tiga koridor prioritas di Kota Kendari, yakni kawasan Sungai Korumba sepanjang 2 kilometer, Sungai Bonggoeya sepanjang 4,5 kilometer serta koridor Polresta–Sungai Wanggu sepanjang 1,7 kilometer.

Pembangunan sistem drainase tersebut dirancang melalui kolaborasi antara BWS Sulawesi IV Kendari dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Pada 2026, kegiatan difokuskan pada penyelesaian pembebasan lahan dan penyiapan desain, sementara konstruksi direncanakan dimulai pada tahun berikutnya.

Dalam jangka menengah, Kementerian PU merencanakan pembangunan Kolam Retensi Nanga-Nanga di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, pada periode 2027–2029.

Infrastruktur tersebut dirancang memiliki volume tampungan mencapai 1,58 juta meter kubik.

Kolam retensi tersebut diproyeksikan mampu mereduksi banjir Kota Kendari hingga 54,14 persen atau 141,67 meter kubik per detik.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kawasan tersebut juga dirancang menjadi area konservasi air, meningkatkan infiltrasi, menjaga kualitas air serta menyediakan ruang terbuka publik bagi masyarakat.

Melalui penataan infrastruktur secara bertahap ini, Kementerian PU berharap, Kota Kendari semakin siap menjadi tuan rumah UCLG ASPAC 2026 sekaligus memperoleh manfaat jangka panjang berupa kawasan perkotaan lebih tertata, nyaman dan tangguh terhadap banjir.