JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Jasa Marga (Persero) mempercepat pembangunan akses Bokoharjo di Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo segmen Prambanan–Purwomartani untuk mendukung konektivitas menuju kawasan wisata budaya Ratu Boko.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan wilayah.
"Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 28 April.
Akses Bokoharjo dirancang sebagai jalur masuk langsung menuju Situs Keraton Ratu Boko di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
Keberadaan akses tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur nasional Yogyakarta–Solo yang selama ini menjadi jalur utama menuju destinasi wisata, khususnya saat musim liburan.
Pengembangan akses tersebut dilakukan melalui jalur dari Gerbang Tol (GT) Purwomartani sepanjang sekitar 1,95 kilometer yang mengarah langsung ke kawasan Bokoharjo dan Ratu Boko.
Akses tersebut ditargetkan dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, sekaligus mendukung kesiapan operasional saat arus mudik Lebaran 2027.
BACA JUGA:
Saat ini, pekerjaan konstruksi dilakukan secara bertahap. Pembangunan U-turn diperkirakan memakan waktu 6 bulan hingga 7 bulan.
Sementara pekerjaan yang berkaitan dengan perlintasan rel kereta api diproyeksikan berlangsung selama 9 hingga 10 bulan dengan koordinasi bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Berdasarkan data hingga 15 April 2026, progres konstruksi Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo pada segmen Prambanan–Purwomartani telah mencapai 94,8 persen.
Adapun progres pembebasan lahan telah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Kementerian PU menyatakan, pembangunan infrastruktur tersebut tetap memperhatikan keberadaan kawasan bersejarah dan cagar budaya di DIY, termasuk kawasan sekitar Situs Keraton Ratu Boko, dengan pendekatan yang memperhatikan aspek pelestarian.
Saat ini, Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo telah beroperasi dari Gerbang Tol (GT) Colomadu hingga Klaten sepanjang 22,3 kilometer.
Pemerintah berharap, percepatan akses Bokoharjo dapat meningkatkan konektivitas menuju kawasan wisata, mendorong kunjungan wisatawan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.