JAKARTA – Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong untuk bertransformasi dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi motor utama penggerak ekonomi regional melalui inovasi pembiayaan yang produktif.
Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H Widodo menilai, perubahan lanskap ekonomi dan keterbatasan fiskal daerah menuntut peran BPD yang lebih agresif dan strategis.
“Ke depan, BPD tidak cukup hanya menjadi pengelola dana pemerintah daerah. BPD harus menjadi orkestrator aliran dana daerah yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif dan berkelanjutan,” ujarnya dalam Seminar Nasional BPD di Solo.
Ia menekankan, BPD memiliki keunggulan struktural dibanding bank lain, mulai dari kedekatan dengan pemerintah daerah hingga pemahaman terhadap ekonomi lokal.
Menurut Agus, optimalisasi pembiayaan menjadi kunci di tengah keterbatasan fiskal. Salah satu strategi yang didorong adalah pemanfaatan pinjaman daerah tidak hanya untuk infrastruktur, tetapi juga sektor produktif seperti layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan UMKM.
“Pinjaman daerah harus menciptakan multiplier effect, bukan sekadar pembiayaan jangka pendek,” tegasnya.
BACA JUGA:
Di sisi lain, Ahmad Luthfi menilai BPD memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendorong investasi.
“Pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi. Kita bukan superman, tapi super tim,” ujarnya.
Ke depan, transformasi BPD diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.