Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah memastikan implementasi sistem transaksi tol nirsentuh nontunai tanpa setop atau Multi Lane Free Flow (MLFF) saat ini masih berada pada tahap pra-uji coba.

Tahapan tersebut mencakup pelaksanaan functional test dan belum memasuki fase uji coba secara luas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wilan Oktavian menegaskan, pengembangan MLFF merupakan bagian dari transformasi sistem layanan jalan tol nasional yang dilakukan secara bertahap dan terukur.

"Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan," ujar Wulan dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 17 April.

Selain aspek teknologi, kesiapan pengguna menjadi faktor kunci dalam implementasi MLFF.

Meski penetrasi penggunaan smartphone di masyarakat relatif tinggi, masih terdapat tantangan terkait literasi digital, akses teknologi serta kepatuhan pengguna dalam mengikuti sistem berlaku.

"Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku. Oleh karena itu, perlu disiapkan proses adaptasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik," katanya.

Di sisi lain, kesiapan ekosistem juga menjadi perhatian utama pemerintah. Koordinasi terus dilakukan bersama Badan Usaha Pelaksana (BUP) MLFF dan para pemangku kepentingan, termasuk dalam penyelarasan regulasi, integrasi sistem, keamanan data serta dukungan operasional.

Dengan pendekatan tersebut, MLFF diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas, efisiensi perjalanan serta kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan.

Adapun proyek MLFF pertama kali dibahas pada 2021 lalu dan rencana implementasinya telah mundur beberapa kali. Sejak diuji coba pada akhir Desember 2023 di Tol Bali Mandara, belum ada kabar lanjutan dari rencana implementasi proyek tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, ada sejumlah masalah teknis dan non-teknis yang membuat implementasi MLFF itu tak kunjung terlaksana.

"MLFF itu tetap berproses. Ada sedikit masalah teknis dan non-teknis, tapi kami sudah bereskan semua. Tapi, perlu waktu untuk membereskan karena terkait dengan banyak pihak. Tidak hanya Kementerian PU dan penggagas MLFF-nya, tapi juga banyak pihak terkait karena ada masalah teknis dan non-teknisnya," ujar Dody di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat, 6 Maret.

Kementerian PU melalui BPJT terus berproses untuk menyelesaikan berbagai kendala tersebut bersama pihak terkait.

Rencananya, uji coba MLFF akan digelar dua atau tiga kali lagi sebelum akhirnya memutuskan kelanjutan proyek itu.