JAKARTA – Penurunan dana transfer ke daerah (TKD) mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperkuat peran dalam pembiayaan pembangunan dan menjaga pertumbuhan ekonomi regional.
Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo mengatakan, BPD perlu bertransformasi dari peran administratif menjadi institusi intermediasi yang lebih aktif.
“BPD harus mampu menjadi pengelola aliran dana sekaligus penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menilai, inovasi pembiayaan seperti pinjaman daerah perlu dioptimalkan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya investasi sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.
Menurutnya, kontribusi anggaran pemerintah pusat belum cukup untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko menambahkan, tren penurunan TKD sudah berlangsung sejak 2020, baik dari sisi nominal maupun persentase.
Untuk itu, ia mendorong penguatan kolaborasi antar-BPD, termasuk melalui pembiayaan sindikasi untuk proyek infrastruktur.
“Sinergi antar-BPD akan meningkatkan kapasitas pembiayaan proyek strategis daerah,” katanya.