JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat peningkatan signifikan jumlah pelanggan KA Lokal Bandung Raya pada kuartal I-2026 mencapai 2,8 juta, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah Bandung dan sekitarnya.
KA Lokal Bandung Raya bersama KA Lokal Garut menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas harian warga, mulai dari berangkat bekerja, sekolah, hingga mengakses berbagai layanan publik. Kehadiran kereta lokal dinilai semakin relevan sebagai moda transportasi yang terjangkau dan dapat diandalkan.
Pada kuartal I-2026, jumlah pelanggan KA Lokal Bandung Raya mencapai 2.858.523 orang. Angka ini meningkat dibandingkan kuartal I-2025 sebanyak 2.450.007 pelanggan dan kuartal I- 2024 yang tercatat 1.966.318 pelanggan.
Sejalan dengan itu, KA Lokal Garut yang melayani relasi Purwakarta–Garut pulang pergi juga mencatat pertumbuhan. Pada kuartal I-2026, jumlah pelanggan mencapai 778.837 orang, naik dari 697.612 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya dan 620.610 pelanggan pada 2024.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kereta lokal kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat.
“Setiap perjalanan yang terjadi di kereta lokal adalah bagian dari aktivitas masyarakat yang terus berjalan. Dari berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan, semuanya saling terhubung dalam satu perjalanan yang terjangkau dan dapat diandalkan,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis, 15 April.
KA Lokal Bandung Raya melayani relasi Padalarang–Cicalengka pulang pergi dengan tarif terjauh Rp5.000. Jalur ini menghubungkan berbagai titik strategis di wilayah Bandung Raya, mulai dari kawasan permukiman, pusat pendidikan, hingga area bisnis.
Dari Cicalengka sebagai ujung timur, perjalanan melintasi Haurpugur, Rancaekek, Cimekar, hingga Gedebage yang berkembang sebagai pusat aktivitas baru. Memasuki pusat kota, Stasiun Kiaracondong dan Cikudapateuh menjadi titik penting sebelum terhubung ke Stasiun Bandung sebagai simpul utama mobilitas.
Perjalanan kemudian berlanjut ke arah barat melalui Stasiun Ciroyom, Cimindi, Cimahi, hingga berakhir di Padalarang yang menghubungkan wilayah Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat.
BACA JUGA:
Sementara itu, KA Lokal Garut menawarkan konektivitas lebih luas dari Garut hingga Purwakarta dengan tarif terjauh Rp14.000. Jalur ini memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Priangan.
Anne menegaskan, tarif yang terjangkau menjadikan kereta lokal sebagai pilihan utama masyarakat dalam menjaga produktivitas tanpa terbebani biaya transportasi.
“Kereta lokal menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kebutuhan masyarakat. Di dalam satu perjalanan, ada banyak tujuan yang berbeda, namun semuanya bergerak dalam waktu yang sama. Di situlah peran kereta api hadir menjaga keterhubungan dan mendukung aktivitas masyarakat setiap hari,” tutupnya.