Bagikan:

JAKARTA - Produksi gas alam Oman masih tumbuh hingga akhir Februari 2026. Namun kenaikan itu datang saat harga minyak mentah Oman justru melemah. Data ini menunjukkan pasokan energi tetap terjaga, tetapi tekanan pasar belum hilang.

Mengutip laporan Arab News yang dikutip Minggu, 12 April, data Pusat Nasional Statistik dan Informasi Oman yang dilaporkan Kantor Berita Oman mencatat total produksi gas, termasuk impor, mencapai 8,77 miliar meter kubik hingga akhir Februari. Angka itu naik 1,3 persen dari 8,65 miliar meter kubik pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan terutama ditopang gas non-associated, yakni gas yang diproduksi tidak bersama minyak. Volumenya naik 4,3 persen menjadi 6,94 miliar meter kubik. Sebaliknya, produksi gas associated, yaitu gas yang keluar dari proses produksi minyak, turun 8,5 persen menjadi 1,83 miliar meter kubik.

Di sisi pemakaian, konsumsi gas untuk proyek industri naik 6,2 persen menjadi 4,88 miliar meter kubik. Konsumsi gas di pembangkit listrik juga meningkat 13,2 persen menjadi sekitar 2,26 miliar meter kubik.

Namun tidak semua kebutuhan naik. Konsumsi gas di ladang minyak, termasuk kehilangan, selisih pengukuran, dan faktor penyusutan, turun 20,8 persen menjadi 1,60 miliar meter kubik. Pemakaian gas di kawasan industri, termasuk kawasan industri umum, Oman Mining Co., dan Oman Cement, juga merosot 29,9 persen menjadi 31,6 juta meter kubik.

Dari sektor minyak, volumenya justru terlihat lebih kuat. Ekspor minyak mentah Oman naik 2,2 persen menjadi 50,31 juta barel hingga akhir Februari. Total produksinya juga meningkat 3,8 persen menjadi 60,46 juta barel.

Rata-rata produksi harian naik menjadi sekitar 1,02 juta barel per hari, dari sekitar 987.000 barel per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski begitu, kenaikan produksi dan ekspor belum mampu menahan penurunan harga. Rata-rata harga minyak mentah Oman turun 13,1 persen menjadi 63,3 dolar AS per barel, dari 72,8 dolar AS per barel pada periode yang sama tahun 2025.

Di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah, data ini memperlihatkan Oman masih menjaga output energi. Tapi pasar global yang lebih lemah tetap menekan harga.