Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya menyelesaikan program percepatan pembangunan dalam Instruksi Presiden (Inpres) 2025.

Melalui inpres tersebut, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan, pendidikan dan konektivitas nasional dapat diselesaikan pada 2026.

Adapun pembangunan proyek sesuai dengan inpres itu meliputi percepatan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah keagamaan, pembangunan Sekolah Rakyat (SR), peningkatan infrastruktur jalan daerah hingga pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional (KSPEAN). Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat.

Pertama, Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, RehabilitasinSerta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan, yang mana Presiden menargetkan pembangunan ini mencapai 500.000 hektare (ha) pada 2026.

"Target penanganan Inpres Irigasi (Inpres Nomor 2 Tahun 2025) mencapai 500.000 ha di 2026," tulis Kementerian PU dalam Instagram resminya @kementerianpu, dikutip Selasa, 31 Maret.

Kemudian, Inpres Nomor 7 Tahun 2025, yakni tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah atas Unggul Garuda dan Digitalisasi Pembelajaran.

Dalam inpres tersebut, Kementerian PU menargetkan rehabilitasi sekolah keagamaan pada 2026 mencapai 1.000 unit sekolah baru.

"Target rehabilitasi sekolah keagamaan mencapai 1.000 unit," tambahnya.

Sementara Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, untuk memenuhi inpres tersebut, Kementerian PU menargetkan sebanyak 204 unit Sekolah Rakyat akan terbangun tahun ini.

Selanjutnya, Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Dalam inpres itu, Kementerian PU menargetkan dapat meningkatkan jalan sepanjang 2.191 kilometer (km), pembangunan jalan daerah sepanjang 231 km dan pembangunan jembatan sepanjang 589 meter.

Terakhir, dalam memenuhi Inpres Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional, Kementerian PU menargetkan pembangunan sistem pengendalian banjir seluas 7.503 hektare (ha) pada 2026, dari target keseluruhan seluas 10.000 ha, pembangunan jaringan irigasi rawa seluas 7.483 ha tahun ini dari target keseluruhan seluas 10.000 ha, pembukaan akses jalan sepanjang 138,5 km serta pembangunan lapis fondasi agregat sepanjang 51,3 km.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun wilayah lebih mandiri, terhubung dan berkelanjutan," imbuhnya.