JAKARTA - Sisa pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk tahun anggaran (TA) 2025 adalah Rp29,57 triliun.
Hal tersebut dampak dari adanya efisiensi anggaran sebesar Rp81,38 triliun dari total pagu awal Rp110,95 triliun.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemangkasan anggaran tersebut menyusul instruksi presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
"Menindaklanjuti efisiensi anggaran tahun 2025, kami telah melakukan beberapa pembatalan kegiatan fisik dan pembanguan infrastruktur serta kegiatan yang tidak prioritas," ujar Dody dalam Raker bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat, 7 Februari.
Dengan anggaran minim tersebut, ini daftar proyek prioritas Kementerian PU.
1. Bidang Sumber Daya Air Rp10,70 Triliun
- Satu unit pembangunan Bendungan Jenelata;
- 450 hektare pembangunan daerah irigasi;
- 16.000 hektare rehabilitasi jaringan irigasi;
- 11 kilometer pengendali banjir;
- 5,5 kilometer pengaman pantai; dan
- 0,25 meter kubik per detik penyediaan air baku.
2. Bidang Jalan & Jembatan Rp12,48 Triliun
- Pembangunan jalan baru 63 kilometer;
- Peningkatan kapasitas dan preservasi peningkatan jalan baru 342 kilometer;
- Pembangunan dan duplikasi jembatan 1.096 meter;
- Pembangunan flyover dan underpass 242 meter; dan
- Pembangunan jalan tol 13 kilometer.
BACA JUGA:
3. Bidang Cipta Karya Rp3,78 Triliun
- Pembangunan dan peningkatan SPAM 750 liter per detik;
- Perluasan SPAM 1.702 sambungan rumah;
- Pengelolaan air limbah 2.000 kepala keluarga;
- Pengelolaan persampahan 700 kepala keluarga;
- Pengembangan kawasan 11,5 hektare; dan
- Pembangunan dua unit bangunan gedung.
4. Bidang Prasarana Strategis Rp1,16 Triliun
- PHTC Madrasah 86 unit;
- Rehabilitas dan renovasi perguruan tinggi dan keagamaan 11 unit;
- Rehabilitasi dan renovasi pasar empat unit;
- Prasarana olahraga dua unit; dan
- Prasarana lainnya seperti sekolah, pasar dan puskesmas di Ibu Kota Nusantara (IKN) empat unit.
5. Ditjen Bina Konstruksi, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur dan SIBB Rp1,46 Triliun
- Dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya seperti perencanaan, pengawasan, pembiayaan infrastruktur, penguatan SDM, layanan manajemen dan pembinaan konstruksi.