Bagikan:

JAKARTA - Malaysia mulai menyiapkan langkah cadangan untuk menjaga pasokan BBM di tengah krisis energi yang dipicu konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Malay Mail dikutip Jumat, 27 Maret melaporkan, pemerintah Malaysia kini menjajaki pemanfaatan jaringan investasi global Petronas untuk mencari sumber pasokan alternatif, sekaligus menjaga pendapatan negara.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan pasokan bahan bakar Malaysia saat ini masih aman hingga Mei. Namun pemerintah tidak ingin menunggu situasi memburuk lebih jauh. Opsi baru mulai dicari karena gejolak di kawasan Teluk terus mengancam rantai pasok energi.

“Untuk saat ini, pasokan masih mencukupi hingga Mei, tetapi kami juga sedang mencari opsi alternatif,” kata Anwar kepada wartawan setelah salat Jumat di Shah Alam, 27 Maret seperti dikutip dari Malay Mail.

Menurut Anwar, kekuatan Petronas terletak pada sebaran investasinya yang tidak hanya bertumpu pada negara-negara Teluk. Perusahaan migas nasional Malaysia itu juga memiliki pijakan di Brasil, Suriname, dan Kanada. Portofolio itu dinilai memberi ruang lebih luas bagi Putrajaya untuk mengatur pasokan dalam negeri tanpa sepenuhnya terpukul oleh gejolak di Timur Tengah.

Malay Mail menulis, pemerintah Malaysia sedang mencari cara agar portofolio global Petronas tidak hanya menjaga arus pendapatan negara, tetapi juga menjadi bantalan atau cadangan pasokan BBM nasional saat situasi pasar makin tidak menentu.

Anwar menegaskan otoritas memantau perkembangan setiap hari. Ia menilai posisi Malaysia sejauh ini masih lebih terkendali dibanding beberapa negara tetangga, tetapi kondisi itu tidak boleh membuat pemerintah lengah.

“Untuk sementara, alhamdulillah, ketika kita melihat situasi sulit di beberapa negara di sekitar kita, kita harus bersyukur dan tidak menjadi lalai atau terlalu sibuk dengan urusan politik, melainkan fokus menjaga kesejahteraan rakyat dan negara,” ujarnya.

Langkah Malaysia ini memperlihatkan bahwa krisis energi tidak lagi dibaca semata sebagai gangguan pasokan, tetapi juga sebagai ujian atas seberapa jauh jaringan investasi luar negeri bisa dipakai untuk melindungi kebutuhan dalam negeri.

-=-=-

Pemerintah Malaysia kini menjajaki pemanfaatan jaringan investasi global Petronas untuk mencari sumber pasokan alternatif. (Wikimedia Commons; Jimmy McIntyre - Editor HDR One Magazine)