Bagikan:

JAKARTA - Sedikitnya 15 orang di Provinsi Isfahan, Iran, ditangkap terkait penyebaran informasi sensitif yang tidak boleh diketahui banyak orang saat momen perang.

Menurut stasiun televisi Iran IRIB dikutip dari Al Jazeera, Jumat 27 Maret, belasan orang yang ditahan itu mengirimkan informasi sensitif ke jaringan media yang dianggap Iran sebagai musuh.

Mereka yang ditahan dituduh menyebarkan lokasi situs militer Iran, foto-foto kerusakan akibat serangan, dan informasi sensitif lainnya, yang dapat dijadikan pegangan AS-Israel untuk menyerang Iran.

Penangkapan ini dilakukan saat Iran melancarkan serangan balasan atas perang yang dipicu AS-Israel sejak 28 Februari.

Sementara itu, sebelumnya Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian mengatakan setidaknya 1.937 orang telah tewas dalam serangan AS-Israel di negaranya.