JAKARTA - China mencatat titik balik besar dalam peta energinya pada 2025. China Daily dikutip Jumat, 27 Maret melaporkan, kapasitas listrik dari energi terbarukan di negara itu untuk pertama kalinya melampaui pembangkit berbahan bakar batu bara, di tengah lonjakan konsumsi listrik yang menembus rekor 10,4 triliun kilowatt-jam.
Angka itu menempatkan China makin jauh sebagai konsumen listrik terbesar di dunia. Konsumsi listriknya bahkan disebut melampaui gabungan penggunaan listrik Amerika Serikat, Rusia, India, Jepang, Brasil, dan Kanada. Di saat yang sama, data China Electricity Council (CEC) menunjukkan total kapasitas terpasang pembangkit listrik China mencapai 3,89 miliar kilowatt pada akhir 2025, naik 16,1 persen dibanding setahun sebelumnya.
Menurut China Daily, lonjakan ini tidak hanya menggambarkan besarnya skala ekonomi China, tetapi juga perubahan struktur industrinya. Konsumsi listrik sektor jasa naik 8,2 persen menjadi 1,99 triliun kilowatt-jam, sementara permintaan dari sektor teknologi informasi dan layanan perangkat lunak melonjak 17 persen.
Kenaikan kebutuhan listrik ini antara lain datang dari meluasnya penggunaan kendaraan listrik, stasiun pengisian daya, dan infrastruktur telekomunikasi generasi baru. Konsumsi listrik untuk layanan pengisian dan penukaran baterai kendaraan listrik bahkan melonjak 48,8 persen pada 2025. Pertumbuhan ini ditopang jaringan pengisian daya terbesar di dunia yang kini mencakup lebih dari 20 juta fasilitas di seluruh China.
BACA JUGA:
Permintaan ekspor terhadap tiga produk teknologi andalan China—kendaraan listrik, baterai lithium-ion, dan produk fotovoltaik canggih—ikut mendorong kebutuhan energi. Nilai ekspornya mendekati 1,3 triliun yuan atau sekitar 188,2 miliar dolar AS. Dampaknya, konsumsi listrik di sektor manufaktur teknologi tinggi dan peralatan naik 6,4 persen.
China mencatat perubahan besar dalam struktur energinya pada 2025. Kapasitas energi terbarukan negara itu menembus 1,8 miliar kilowatt. Porsi energi nonfosil kini mencapai 61,7 persen dari total kapasitas terpasang. Sepanjang tahun lalu, sumber energi terbarukan menghasilkan 4 triliun kilowatt-jam listrik dan menjadi sumber utama tambahan pembangkitan baru.
China Daily juga menulis, perubahan ini ditopang jaringan transmisi listrik ultra tegangan tinggi dan proyek penyaluran listrik dari barat ke timur. Kapasitas proyek itu naik menjadi 340 juta kilowatt dan membantu memenuhi kenaikan rata-rata beban listrik tahunan sebesar 80 juta kilowatt di kawasan timur dan pesisir yang tumbuh cepat.
Penggunaan listrik dalam kebutuhan energi di China kini mencapai sekitar 30 persen, lebih tinggi dari rata-rata global yang 21 persen. Angka ini menunjukkan China tidak hanya mengonsumsi listrik dalam jumlah besar, tetapi juga sedang mengubah struktur sistem energinya.