Bagikan:

JAKARTA - Penjualan mobil nasional menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pada bulan lalu yang mengalami kenaikan sekitar 20 persen.

Kenaikan itu didorong oleh berbagai faktor mulai dari program insentif hingga strategi pemasaran produsen otomotif.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Putu Juli Ardika menjelaskan, sebelumnya banyak pihak memprediksi penjualan kendaraan akan melemah.

Namun kenyataannya permintaan justru meningkat.

Penyebab kenaikan tersebut karena industri otomotif aktif menggelar berbagai pameran kendaraan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mencoba langsung berbagai model mobil terbaru.

"Memang sebelumnya banyak yang pesimis penjualan kendaraan hanya sekitar 780.000 unit. Tapi kami melakukan banyak pameran dan edukasi, sehingga masyarakat bisa mencoba langsung kendaraan," ujar Putu saat ditemui di kantor Kemenperin, Jakarta, dikutip Jumat, 13 Maret.

Selain promosi melalui pameran, stimulus dari pemerintah juga masih berlaku sehingga membantu menjaga minat beli masyarakat.

Program insentif tersebut memberikan dorongan tambahan bagi konsumen yang ingin membeli kendaraan baru.

"Stimulus insentif pemerintah masih berlaku sampai akhir tahun, sehingga dimanfaatkan oleh konsumen dan produsen kendaraan," katanya.

Tak hanya itu, produsen otomotif juga memberikan berbagai potongan harga dan program pembelian menarik untuk meningkatkan penjualan.

Strategi tersebut biasanya dilakukan menjelang akhir tahun untuk mendongkrak penjualan kendaraan.

"Produsen kendaraan juga memberikan diskon dan berbagai insentif pembelian karena saat itu menjelang akhir tahun," terang Putu.

Peningkatan penjualan mobil juga dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur jalan semakin baik di berbagai wilayah. Dengan jalan tol semakin luas dan nyaman, masyarakat semakin tertarik menggunakan kendaraan pribadi.

"Kondisi jalan sekarang semakin bagus, sehingga banyak orang ingin mencoba mobil baru, apalagi menjelang mudik," tuturnya.

Tradisi mudik setiap tahun menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli mobil baru.

Bagi sebagian masyarakat, memiliki kendaraan pribadi memberikan kenyamanan lebih saat melakukan perjalanan pulang kampung bersama keluarga.

"Ya, salah satu yang mendukung penjualan kendaraan memang faktor mudik. Orang melihat jalan sudah bagus, perjalanan lebih nyaman, sehingga ada yang memilih membeli mobil baru," imbuhnya.

Melansir dari data Gaikindo, Selasa, 10 Maret, penjualan retail pada Februari 2026 mencapai 78.219 unit. Angka tersebut meningkat 16,7 persen dibandingkan Januari 2026 yang berada di level 67.009 unit.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal permintaan kendaraan baru perlahan kembali bergerak setelah sempat melemah di awal tahun.

Tak hanya di level retail, distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer atau wholesales juga mengalami pertumbuhan.

Sepanjang Februari 2026, wholesales tercatat sebanyak 81.159 unit, naik 22,1 persen dibandingkan Januari yang mencapai 66.472 unit.

Secara akumulatif, penjualan mobil baru secara retail selama dua bulan pertama 2026 telah mencapai 145.228 unit.

Dengan tren mulai membaik, capaian tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah dalam beberapa bulan mendatang. Meski begitu, industri otomotif masih dihadapkan pada sejumlah tantangan.