JAKARTA - Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi digelar mulai hari ini, 5 Februari 2026 hingga 15 Februari 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa berharap pameran otomotif bisa mendongkrak penjualan di tahun ini.
"Memang tekanan di industri otomotif sangat berat, tetapi di pengujung 2025 dan awal Januari 2026 sudah mulai kelihatan rebound. Hal itu ditopang oleh kinerja ekspor dan percepatan kendaraan elektrifikasi," ujar Agus saat pembukaan IIMS 2026, Kamis, 5 Februari.
Kendati demikian, menurutnya pasar otomotif nasional belum sepenuhnya kokoh, masih ada sejumlah tantangan, terutama dari sisi pembiayaan, dinamika global hingga ketersediaan rantai pasok.
"Proyeksi penjualan mobil nasional pada tahun ini 850.000 unit dari total kapasitas produksi sekitar 2,6 juta unit. Ini angka konservatif dan mudah-mudahan akan bisa tercapai, bahkan melebihi target tersebut," ujarnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilansir VOI, total penjualan mobil sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 803.687 unit (wholesales) dan 833.702 unit (retail). Dengan hasil akhir tersebut, target Gaikindo untuk 2025 sebesar 780 ribu unit resmi terlampaui.
Catatan tersebut sekaligus menutup tahun yang sebelumnya sempat diwarnai revisi proyeksi, dari angka 850–900 ribu unit. Di sisi lain, Agus juga menyoroti pencapaian Malaysia yang mulai memberikan "ancaman" ke Indonesia dalam hal penjualan, menurutnya ini menjadi alarm.
Industri otomotif Malaysia sepanjang 2025 tampil mengejutkan. Malaysia Automotive Association (MAA) mencatat penjualan mobil sepanjang 2025 menembus 820.752 unit, naik tipis 0,5 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 816.747 unit. Capaian tersebut membuat Malaysia dua tahun berturut-turut menembus level 800 ribu unit, sebuah rekor baru dalam sejarah otomotif mereka.
"Penjualan otomotif di Malaysia itu mungkin sudah mendekati di Indonesia atau bahkan mungkin sudah melewati, ini merupakan sebuah alert (peringatan) bagi kita Indonesia," ucapnya.
"Tentu saya ingin mengajak para stakeholder harus bisa mencari atau merumuskan langkah yang tepat dan mitigasi agar kita bisa kembali menjadi negara yang memiliki penjualan otomotif tertinggi di asean," pungkas Agus.