JAKARTA - Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan, sebanyak 8.290 hunian sementara (huntara) telah dibangun untuk korban bencana Sumatera.
Pembangunan ribuan huntara itu telah diselesaikan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) hingga Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Adapun rencana pembangunan huntara di ketiga provinsi terdampak bencana itu mencapai 16.688 unit.
Hal tersebut diungkapkan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) DPR dengan Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari.
"Untuk pembangunan huntara, di Aceh rencana pembangunan 14.967, di Sumatera Utara 993 dan Sumatera Barat 728. Yang sudah terbangun di Aceh 6.676, Sumatera Utara 893, Sumatera Barat 721. Jadi, total rencana 16.688, sudah terbangun 8.290, baik dari Danantara, BNPB maupun Kementerian PU," ujar Tito.
Di samping itu, kata Tito, penyaluran dana tunggu hunian untuk masyarakat di ketiga provinsi terdampak kini telah mencapai rata-rata 96,6 persen. Diketahui, pemerintah menyalurkan dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 selama tiga bulan.
BACA JUGA:
Pasalnya, kata Tito, kebanyakan warga yang rumahnya rusak berat hingga hilang memilih untuk mengontrak, sewa hingga tinggal di rumah sanak keluarga.
"Penyaluran dana tunggu hunian untuk di Aceh sudah 94 persen, Sumatera Utara 99 persen dan Sumatera Barat 97 persen. Ini khusus untuk rumah rusak berat atau hilang, mereka memilih kontrak, sewa atau tinggal di rumah keluarganya, diberikan dana tunggu hunian Rp600.000 dikali tiga (bulan) jadi Rp1,8 juta," terang Tito.
Menurut Tito, pemberian dana tunggu hunian tersebut telah dilakukan pada pekan lalu di puluhan kabupaten/kota terdampak bencana Sumatera. "Minggu yang lalu kami melaksanakan secara serempak di 25 kabupaten/kota," imbuhnya.