JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II di Provinsi Jawa Tengah. Proyek infrastruktur pendidikan itu tersebar di 11 lokasi yang pembagian wilayah pelaksanaannya dikategorikan ke dalam dua klaster, yakni Jawa Tengah 1 dan Jawa Tengah 2.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, wilayah Jawa Tengah 1 mencakup pembangunan di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo dan Temanggung.
Sementara itu, untuk wilayah Jawa Tengah 2 meliputi enam titik yang berlokasi di Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo serta Kota Semarang.
"Kami memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat," kata Dody dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 18 Februari.
Terkait teknis pelaksanaan, Dody menyoroti kendala akses konstruksi di Kabupaten Brebes yang lokasinya berdekatan dengan Sungai Pemali dan Jalan Raya Brebes. Sejalan dengan hal itu, saat ini pemerintah tengah mengkaji rencana pembangunan jembatan darurat (bailey) guna memobilisasi material bangunan ke lokasi sekolah agar target penyelesaian tidak terhambat.
Sementara itu, pekerjaan awal di Brebes kini baru memasuki tahap striping lahan dan mobilisasi alat berat, yang mana kelanjutan konstruksi fisik bangunan masih menunggu keputusan final terkait penyediaan akses jembatan darurat sebagai jalur logistik utama proyek tersebut.
Adapun berdasarkan data progres fisik pada pekan ke-11 atau periode 2-8 Februari 2026, realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Jawa Tengah 1 baru mencapai 2,717 persen.
BACA JUGA:
Untuk wilayah Jawa Tengah 2, progres tercatat sedikit lebih tinggi di angka 6,337 persen, dengan capaian tertinggi berada di Kabupaten Temanggung yang menyentuh 30,05 persen.
"Sekolah Rakyat Tahap II dibangun permanen di atas lahan seluas 5-10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah," ucapnya.
Untuk diketahui, secara nasional proyek Sekolah Rakyat Tahap II mencakup 104 lokasi di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota.
Program tersebut menargetkan total daya tampung sebanyak 112.320 siswa yang terbagi dalam 3.744 rombongan belajar guna mendukung pemerataan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.