JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, sebanyak 423 titik perbaikan dilakukan di Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) hingga 26 Januari 2026.
Dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi @pupr_bpjt, Jumat, 6 Februari, perbaikan di 423 titik Tol Japek itu dilakukan melalui metode patching atau penambalan lubang.
"116 total titik patching (23 Januari 2026), 51 total titik patching (24 Januari 2026), 145 titik total patching (25 Januari 2026) dan 116 titik total patching (26 Januari 2026," tulis akun Instagram tersebut.
Adapun patching atau penambalan lubang dilakukan secara bertahap, yaitu penanganan cepat menggunakan aspal cold mix dan dilanjutkan dengan patching permanen menggunakan aspal hot mix.
Metode tersebut merupakan penanganan cepat untuk meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas.
Tak hanya di ruas Tol Japek, BPJT juga mencatat adanya perbaikan titik-titik rusak di sejumlah ruas jalan bebas hambatan lainnya, seperti Tol Tangerang–Merak dan Tol JORR Non S.
Untuk Tol Tangerang Merak, sedikitnya dilakukan perbaikan di empat titik melalui metode berbeda, yakni scrapping-filling-overlay (SFO). Secara terperinci, empat titik itu tersebar di KM 26+680 s/d 26+758, KM 29+695 s/d 29+586, KM 29+887 s/d 29+808 dan KM 35+400.
Metode itu merupakan penanganan perkerasan jangka panjang yang dilakukan secara menyeluruh pada satu segmen jalan, meliputi pengupasan lapisan permukaan lama, perataan kembali dan pelapisan ulang.
Hal itu dilakukan untuk memperbaiki kerataan permukaan jalan serta menjaga kinerja perkerasan.
BACA JUGA:
Sementara untuk Jalan Tol JORR Non S sedikitnya dilakukan 297 titik melalui metode patching.
Perinciannya, 44 total titik patching (23 Januari 2026), 108 total titik patching (23 Januari 2026), 29 total titik patching (24 Januari 2026), 79 total titik patching (24 Januari 2026) dan 37 total titik patching (25 Januari 2026).
"Perbaikan ini diharapkan dapat menjaga keandalan layanan jalan tol dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran aktivitas ekonomi," imbuhnya.