JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui anak usahanya PT BCA Finance optimistis pasar pembiayaan kendaraan masih terbuka lebar seiring target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang mematok penjualan 850.000 unit sepanjang tahun ini.
Direktur BCA Finance Petrus Karim mengatakan, secara historis sekitar 60 hingga 70 persen dari total penjualan kendaraan nasional dibiayai melalui skema kredit. Dengan asumsi target Gaikindo berada di kisaran 800.000 hingga 850.000 unit, potensi pembiayaan dinilai masih sangat signifikan.
“Biasanya persentase pembiayaan dari Gaikindo, kalau Gaikindo bilang 800.000 atau 850.000 unit, kita akan ambil sekitar 60 hingga 70 persennya itu kredit. Rasionya kurang lebih begitu,” ujar Petrus dalam diskusi di gelaran BCA Expoversery, di ICE BSD, Tangerang, Kamis, 5 Februari.
Petrus menegaskan, BCA Finance berkomitmen mendukung pencapaian target penjualan industri otomotif nasional, bahkan membuka peluang realisasi di atas proyeksi awal jika kondisi pasar memungkinkan.
“Kita berusaha untuk memenuhi itu, mendukung supaya (target) 850.000 tercapai, bahkan lebih kalau bisa,” kata dia.
Dalam peta persaingan pembiayaan kendaraan, Petrus menyebut BCA Finance saat ini menguasai pangsa pasar sekitar 10 persen.
Dengan strategi pembiayaan yang selektif dan dukungan ekosistem Grup BCA, Petrus optimistis dapat menjaga kinerja sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan industri otomotif nasional.
“Market share kita sekitar 10 persenan,” tuturnya.
Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan angka penjualan mobil mencapai 850 ribu unit selama tahun 2026, yang artinya sedikit naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 833.692 unit.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, dan target tersebut memang sudah disepakati.
"Pada dasarnya kita kemarin sudah sepakat, pada tahun ini kita mematok target sebanyak 850.000 unit," kata Kukuh Kumara dalam acara diskusi yang diadakan oleh Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) di Jakarta, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:
Namun demikian, ia menyebut target tersebut masih bisa berubah sesuai dengan perkembangan pasar otomotif di tanah air. Misalnya seperti kebijakan baru.
"Kalau misalnya ada perkembangan baru, ada kebijakan baru, ya mungkin kita akan lihat lagi," tambahnya.