Bagikan:

JAKARTA - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro menegaskan bahwa meningkatnya ketidakpastian dan kompleksitas tantangan ekonomi menuntut seluruh pihak untuk tidak bekerja secara sendiri-sendiri.

Menurutnya sinergi menjadi kunci utama dalam mendorong transformasi struktur ekonomi nasional menuju pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

"Sinergi antara otoritas bersama industri dan masyarakat akan melakukan kolaborasi yang katalistik. Kolaborasi yang berorientasi kepada jangka panjang, kepentingan yang inklusif agar kebijakan saling memperkuat dan berdampak nyata bagi perekonomian," jelasnya dalam rapat Komisi XI DPR, Jumat, 23 Januari.

Dia menambahkan, dalam semangat persatuan untuk mewujudkan ketangguhan dan kemandirian bangsa, sinergi tersebut difokuskan pada lima area strategis.

Solikin menyampaikan pertama yaitu penguatan stabilitas dan dorongan permintaan melalui penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Menurutnya, hal ini mencakup peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta implementasi Undang-Undang P2SK.

Kedua yakni sinergi dalam mendorong hilirisasi, industrialisasi, dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

"Pertumbuhan (ekonomi) yang tinggi menuntut transformasi sektor riil melalui kebijakan industrial dan struktural yang terkoordinasi, (guna) meningkatkan modal tenaga kerja dan produktivitas," ucapnya.

Adapun yang ketiga, penguatan sinergi dalam peningkatan pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan.

Dia menyampaikan upaya ini dilakukan melalui koordinasi KSSK, pembelian obligasi berkualitas di pasar sekunder, fasilitas pendanaan, hingga pengembangan sekuritisasi dan pasar uang.

Keempat yaitu percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan digital nasional melalui penguatan infrastruktur, inovasi, tata kelola pemerintahan digital, keamanan siber, serta perlindungan konsumen.

Solikin menyampaikan kelima, penguatan sinergi dalam kerja sama investasi dan perdagangan internasional melalui perluasan penggunaan transaksi mata uang lokal serta pengembangan sistem pembayaran digital lintas negara.

Dia mengatakan berbagai arah kebijakan dan pemikiran tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi, berdaya tahan, dan inklusif.