JAKARTA - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro memaparkan strategi bertajuk “Semangka” dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR, Jumat, 23 Januari 2026.
“Jadi Semangka ini hijau di luar, merah di dalam, dan berbiji sebagai sumber keberlanjutan,” ujarnya dalam rapat Komisi XI DPR, Jumat, 23 Januari.
Ia menjelaskan istilah “Semangka” merupakan akronim dari delapan fokus kebijakan, yakni stabilitas makroekonomi dan keuangan, ekonomi syariah dan pesantren, makroprudensial inovatif, akselerasi reformasi struktural, navigasi stabilisasi harga pangan, gerak UMKM dan ekonomi kreatif, keandalan digitalisasi sistem pembayaran, dan aksi bersama sinergi dan kolaborasi.
Solikin menuturkan, warna hijau di semangka mencerminkan tata kelola yang tertib dan kuat, dan hal tersebut dianalogikan dengan kulit semangka yang tampak halus dan kokoh dari luar.
Sementara itu, ia menyampaikan bagian daging semangka menggambarkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, sempat melontarkan candaan terkait warna daging semangka.
“Tapi semangka ini [dagingnya] ada yang merah, ada yang kuning, Pak,” katanya.
BACA JUGA:
Menanggapi hal tersebut, Solikin tersenyum dan menegaskan bahwa baik daging semangka berwarna merah maupun kuning tetap merepresentasikan kesejahteraan rakyat. “Kuningpun juga sama melambangkan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.
Menurutnya biji semangka dimaknai sebagai simbol keberlanjutan dan kesinambungan kebijakan bagi generasi mendatang.
Solikin menegaskan, delapan strategi dalam konsep “Semangka” dirancang sebagai satu kesatuan kebijakan yang terorkestrasi untuk mendukung pelaksanaan program Asta Cita pemerintah, serta selaras dengan arah pembangunan nasional.
“Jadi delapan strategi semangka ini dirancang sebagai suatu paket kebijakan yang terorkestrasi untuk sekaligus menopang program Asta Cita pemerintah. Ini align dengan perwujudan program Asta Cipta pemerintah,” katanya.