Bagikan:

JAKARTA — Pemerintah menegaskan stabilitas nilai tukar rupiah dibahas rutin dalam koordinasi tim ekonomi lintas kementerian. Fokus utama tetap pada penguatan fundamental ekonomi dan percepatan belanja negara sebagai stimulus awal tahun.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pertemuan antara Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Menko Perekonomian, dan Menteri Investasi merupakan agenda rutin. Salah satu yang menjadi perhatian adalah nilai tukar rupiah pada Rabu kemarin yang mendekati Rp 17 ribu per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah pasti menjadi salah satu item pembahasan. Yang terpenting adalah fundamental ekonomi dan sektor riil,” kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, pemerintah mendorong belanja negara agar optimal sejak awal tahun untuk menopang pertumbuhan. Selain itu, proyek hilirisasi terus dipercepat.

Prasetyo mengungkapkan, hingga akhir Januari akan dilakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi, salah satunya di Kalimantan Barat. Pemerintah menargetkan tambahan 12 proyek menyusul pada Februari hingga Maret.

Terkait pencabutan izin 28 perusahaan, Prasetyo menegaskan proses hukum tidak boleh mengganggu aktivitas ekonomi dan lapangan kerja. Evaluasi dilakukan agar kegiatan usaha yang masih layak dapat dialihkan tanpa menghentikan roda ekonomi.