JAKARTA - Holding BUMN aviasi dan pariwisata InJourney melanjutkan agenda transformasi bandara pada 2026.
Setelah menuntaskan pembenahan besar-besaran di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, InJourney bersiap memperluas program serupa ke sejumlah bandara lain di Indonesia.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, transformasi bandara menjadi fokus perusahaan di tahun keempat berdirinya holding tersebut.
Perubahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas, tampilan, hingga kualitas layanan.
“Jadi kita yang tahun lalu Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai, tahun ini harapnya 5 sampai 7 bandara kita akan transformasi,” kata Maya di Kantor InJourney, Jakarta, ditulis Selasa, 20 Januari.
Maya mengungkapkan, Bandara Juanda di Surabaya dan Bandara Kualanamu di Sumatra Utara masuk dalam daftar bandara yang akan ditransformasi. Konsep yang diusung tetap sama seperti di Soetta dan Ngurah Rai, yakni mengedepankan prinsip green and culture.
“Jadi ada Surabaya, ada Kualanamu, dan lima bandara terbesar,” ujarnya.
Selain Juanda dan Kualanamu, InJourney masih menyimpan nama bandara lain yang akan disentuh program transformasi. Maya menyebut pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Saat ini InJourney mengelola 37 bandara melalui InJourney Airports. Begitu ada case, good case, ada positive news, dan itu bisa direplikasi ke bandara-bandara yang lain. Dan masih ada 35 lagi,” tutur Maya.
Reduksi 4.000 Emisi CO2 Ekuivalen
Tak hanya fokus pada layanan dan infrastruktur, InJourney juga membidik target pengurangan emisi karbon hingga 4.000 ton CO2 ekuivalen pada 2026.
Salah satu langkahnya dengan menambah penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di bandara-bandara yang dikelola.
Kata Maya, upaya serupa juga dilakukan di sektor perhotelan dan destinasi wisata di bawah InJourney Hospitality, termasuk pengelolaan limbah, penggunaan kendaraan listrik, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
BACA JUGA:
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen InJourney untuk mendorong industri aviasi dan pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing bandara nasional di kancah global.
“Kita melaksananya dari berbagai sektor, dari airport dengan solar panel, kita akan mengurangi listrik di airport. Lalu juga dari hotel waste management, semua destinasi kami akan kami ubah menjadi EV,” kata Maya.