JAKARTA — Tragedi asap putih di kawasan tambang emas PT Antam Pongkor dilaporan memakan korban jiwa.
Enam warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, meninggal dunia setelah menghirup asap dari lubang tambang.
Seluruh korban diketahui berasal dari Kampung Cimapag Hilir dan dipulangkan ke kampung halaman secara bertahap. Tiga korban pertama dimakamkan pada Rabu 13 Januari 2026 malam, disusul tiga korban lainnya pada Jumat 15 Januari 2026 dini hari.
Kepala Desa Bangun Jaya, Abdul Halim, menuturkan bahwa peristiwa ini sangat memukul warga setempat karena seluruh korban berada dalam satu RT.
“Bahkan Ketua RT ikut menjadi korban. Kami sudah mendatangi rumah duka bersama aparat RT dan staf desa,” ujarnya.
Selain korban meninggal, sembilan warga lainnya berhasil selamat dari insiden tersebut meski sempat mengalami sesak napas dan membutuhkan pertolongan.
Peristiwa ini terjadi di kawasan IUP PT Antam Pongkor, yang sebelumnya dilaporkan mengeluarkan asap putih dengan kandungan yang belum diketahui.
BACA JUGA:
Sejumlah penambang ilegal ditemukan meninggal akibat kekurangan oksigen.
Insiden ini menambah daftar panjang persoalan keselamatan di wilayah pertambangan dan menjadi perhatian serius bagi masyarakat sekitar.
Penjelasan Antam
Diberitakan sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membantah jika telah terjadi ledakan di area tambang.
Perseroan menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan ihwal adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di area tambang adalah hoaks.
"Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja," ujar Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk Wisnu Danandi Haryanto, Rabu, 14 Januari.
Dia juga memastikan jika kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali.
Wisnu menambahkan, pihaknya juga memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang.
"Perseroan senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapangood mining practice, serta berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif," tegas dia.