Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirim 1.142 taruna satuan pendidikan vokasi untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat pascabanjir bandang dan tanah longsor.

"Kehadiran kami pada hari ini merupakan penegasan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana serta peneguhan nilai pengabdian, solidaritas dan kemanusiaan," kata Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono dalam Pelepasan Taruna Kelautan dan Perikanan ke Lokasi Bencana Sumatera di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 14 Januari.

Sedikitnya, ada 300 taruna hadir dalam acara simbolis pelepasan tersebut pada Rabu siang, 14 Januari.

Trenggono menyebut, taruna lainnya sudah siaga di lokasi bencana, baik Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta ada dalam perjalanan.

Dia bilang, ribuan pemuda itu merupakan taruna aktif dari Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai hingga Sekolah Usaha Perikanan Menengah di Ladong dan Pariaman.

Pelepasan taruna itu disebut sebagai bentuk kontribusi KKP dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.

Menurutnya, KKP sebagai institusi yang mengelola 11 perguruan tinggi dan 5 sekolah perikanan tidak hanya bertanggung jawab mencetak SDM unggul secara teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinannya dan kepedulian sosial.

Dia menilai, penugasan taruna ke lokasi bencana merupakan bagian dari proses pendidikan utuh. Mengingat, taruna belajar langsung tentang arti pengabdian, kerja sama lintas instansi, disiplin, empati dan keberanian untuk hadir di saat bangsa membutuhkan.

Dalam penugasan ke lokasi bencana tersebut, Trenggono memastikan telah menyusun skema berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk memperhatikan aspek keselamatan, efektivitas mobilisasi dan kebutuhan di lapangan.

Pasalnya, para taruna akan ditugaskan dalam dukungan rekonstruksi fasilitas umum pascabencana, rehabilitasi lingkungan dan pemukiman, kegiatan trauma healing dan pendampingan risiko sosial masyarakat serta tugas-tugas kemanusiaan lainnya sesuai kebutuhan di lokasi terdampak.

"Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan pengabdian serta tetap berada dalam koordinasi satuan tugas penanganan bencana," pungkasnya.

Hadir dalam pelepasan taruna KKP itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Tito Karnavian, Wakil Menteri KP Didit Herdiawan Ashaf, perwakilan TNI-Polri dan perwakilan BNPB.