JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Tito Karnavian mengatakan, sedikitnya ada tujuh kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang membutuhkan perhatian serius pemerintah pascabanjir bandang Sumatera pada akhir November 2025 lalu.
Tujuh kabupaten/kota dimaksud antara lain, Aceh Tamiang; Aceh Timur; Aceh Utara; Pidie Jaya; Gayo Lues; Aceh Tengah; serta Bener Meriah.
Hal itu diungkapkan Tito saat memberikan sambutan dalam Pelepasan Taruna Kelautan dan Perikanan ke Lokasi Bencana Sumatera di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 14 Januari.
"Di Aceh, yang terdampak adalah 18 dari 22 kabupaten/kota. Nah, kami mendata dari 18, ada tujuh yang kami akan fokus betul. Nomor satu adalah Aceh Tamiang, kedua Aceh Timur, ketiga Aceh Utara, keempat Pidie Jaya, nomor lima adalah Gayo Lues, nomor enam Aceh Tengah serta ketujuh adalah Bener Meriah. Tanpa menafikan yang lain," ujar Tito.
Menurut Tito, penanganan di tujuh kabupaten/kota tersebut berbeda-beda. Pasalnya, ada yang berada di daerah pegunungan dan dataran rendah.
Untuk daerah pegunungan, kata dia, permasalahan utamanya adalah adanya longsoran. Akibatnya, banyak jalan dan jembatan terputus.
"Kalau di gunung ini permasalahan utamanya adalah longsoran yang mengakibatkan jalan, jembatan, putus, membuat daerah itu menjadi terkunci, sehingga kekurangan logistik," kata dia.
"Tapi sudah didukung oleh semua kekuatan, normalisasi jalan, jembatan sebagian besar sudah, sehingga (bisa) ditembus, meskipun masih bersifat temporer sebagian," sambungnya.
Sementara untuk daerah dataran rendah, lanjut Tito, permasalahan utamanya adalah tumpukan lumpur. Akibatnya, jalan, rumah hingga sejumlah fasilitas umum rusak.
BACA JUGA:
"Bahkan, kantor pemerintahan itu tertutup lumpur dan jumlahnya banyak. Sungai-sungai penuh dengan lumpur. Yang tadinya 4 meter, sekarang bisa jalan kaki. Itu problem yang ada di daerah dataran rendah," terang dia.
Oleh karena itu, Tito berharap, pelepasan ribuan taruna satuan pendidikan vokasi dari KKP dapat mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, utamanya Provinsi Aceh.
Dia pun menyampaikan terima kasih kepada KKP karena telah mengirimkan ribuan taruna tersebut ke Sumatera.
"Beberapa hari lalu, Bapak Menteri KP Trenggono sampaikan Pak Mendagri, saya punya pasukan 6.000 taruna.Saya akan kirim antara 1.000-2.000. Saya langsung sampaikan, siap komandan. Itu sangat bermanfaat sekali. Sangat," tutur Tito.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Menteri KP, Bapak Wamen, karena ini sangat berguna sekali," imbuhnya.