JAKARTA - Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Langkahan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, kembali beroperasi fungsional per hari ini pascabanjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
Hal tersebut dipastikan usai Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumda Tirta Pase melakukan penanganan darurat agar sistem tetap dapat beroperasi, termasuk optimalisasi intake sementara untuk menjaga kontinuitas layanan air minum bagi masyarakat.
Saat ini, IPA Langkahan kembali beroperasi hingga 22 jam per hari dan melayani kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Tanah Jambo Aye, dengan jumlah sambungan rumah (SR) aktif mencapai lebih dari 3.600 SR.
SPAM IKK Langkahan sendiri berlokasi di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, dengan kapasitas terpasang sebesar 20 liter per detik. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Langkahan memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Krueng Jambo Aye.
"Dengan berfungsinya kembali SPAM ini, pasokan air bersih bagi ribuan warga dapat kembali terpenuhi secara berkelanjutan," ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Januari.
Menurut Dody, pemulihan layanan air bersih merupakan prioritas utama dalam penanganan pascabencana.
"Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, terutama di wilayah terdampak bencana," kata dia.
Berfungsinya kembali SPAM IKK Langkahan diharapkan dapat membantu masyarakat kembali beraktivitas dengan lebih sehat dan aman sekaligus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi di Aceh Utara.
Dody bilang, pihaknya terus memantau operasional SPAM IKK Langkahan serta mendorong penguatan sistem penyediaan air minum ke depan agar lebih andal dan tangguh terhadap bencana.
"Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan layanan infrastruktur dasar tetap hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pada masa pemulihan pascabencana," imbuhnya.
BACA JUGA:
Untuk diketahui, banjir bandang pada akhir November lalu menyebabkan perubahan pola aliran sungai serta sedimentasi di sekitar bangunan intake SPAM IKK Langkahan.
Akibatnya proses pengambilan air baku sempat terganggu.