Bagikan:

KARAWANG - Pabrik pupuk NPK Nitrat pertama di Indonesia resmi dibangun. Proyek ini menjadi tonggak baru penguatan industri pupuk nasional sekaligus upaya menekan ketergantungan impor, dan pembangunan ditargetkan rampung pada 2027.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan pembangunan pabrik NPK Nitrat ini sebagai momen bersejarah bagi sektor pertanian dan industri pupuk nasional.

“Ini menjadi tonggak penting, karena apa yang kita bangun ini akan menjadi sebuah landasan sejarah baru pembangunan industri pupuk dan juga pertanian secara keseluruhan,” ujarnya dalam sambutan groundbreaking pabrik NPK Nitrat, di Karawang, Jawa Barat, Selasa, 23 Desember.

Selama ini, kata Rahmad, kebutuhan NPK Nitrat nasional masih dipenuhi dari impor dengan volume mencapai sekitar 450.000 ton per tahun. Kehadiran pabrik baru ini diharapkan menjadi langkah awal substitusi impor.

“Hari ini kita bangun kapasitas 100.000 ton di Pupuk Kujang. Perlahan kita akan upayakan untuk mendominasi rumah kita sendiri sehingga sebagian besar NPK Nitrat yang beredar di Indonesia bisa berasal dari produksi Pupuk Indonesia Group,” jelasnya.

Dengan harga pasar NPK Nitrat yang saat ini berada di kisaran Rp13 juta hingga Rp15 juta per ton, potensi pendapatan dari pabrik tersebut dinilai cukup besar.

“Kalau harga NPK Nitrat hari ini Rp15 juta per ton, berarti dikalikan 100.000 ton, revenue-nya bisa Rp1,5 triliun,” ungkapnya.

Namun demikian, Rahmad bilang Pupuk Indonesia berkomitmen tidak semata mengejar keuntungan, melainkan memastikan keterjangkauan pupuk bagi petani, khususnya sektor hortikultura.

“Dengan asas kehati-hatian dan komitmen kita kepada pertanian, dalam studi kelayakan ini kita turunkan harga jual NPK Nitrat. Mudah-mudahan kehadiran kita tidak hanya mengganti impor menjadi produksi nasional, tapi juga menurunkan biaya produksi pertanian,” katanya.

Rahmad bilang pabrik NPK Nitrat pertama di Indonesia ini menelan investasi hampir Rp600 miliar tersebut ditargetkan selesai pada 2027 mendatang.

Tak hanya menekankan pentingnya ketepatan waktu pembangunan pabrik, Rahmad juga menyoroti kualitas, pengendalian anggaran, serta aspek keselamatan kerja yang perlu dipenuhi juga.

“Tolong proyeknya dijaga, on schedule. Targetnya 21 bulan. Kualitasnya juga harus dijaga karena ini NPK Nitrat pertama produksi Indonesia, jangan sampai kalah dengan produk impor. Anggarannya harus dijaga, dan yang tidak kalah penting adalah safety,” ujarnya.