Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan pascabencana longsor dan banjir bandang (galodo) yang berdampak pada kerusakan Jembatan Kembar Margayasa KM 67+000 di Silaiang Bawah, perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Penanganan difokuskan pada pengecekan menyeluruh struktur jembatan serta penguatan tebing Sungai Batang Anai guna memastikan keselamatan dan keberlanjutan konektivitas jalur nasional Padang–Bukittinggi.

"Pascakejadian banjir bandang, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat telah melakukan pengecekan awal struktur Jembatan Kembar Margayasa," ujar Kepala BPJN Sumbar Ditjen Bina Marga Kementerian PU Elsa Putra Friandi dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Desember.

Berdasarkan hasil evaluasi, tidak terjadi penurunan kondisi struktur jembatan setelah banjir, namun perlu dilakukan proteksi terhadap oprit dan pilar jembatan yang tergerus arus banjir.

Untuk sementara, jembatan dioperasikan dengan skema terbatas, yang mana sisi A dibuka untuk lalu lintas, sementara sisi B ditutup sementara guna mendukung proses inspeksi dan pengamanan struktur.

Elsa menambahkan, pengecekan struktur jembatan melibatkan tim ahli struktur dari PT Hutama Karya Infrastruktur atau HKI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Direktorat Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU, BPJN Sumatera Barat juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Inspeksi dilakukan secara komprehensif terhadap seluruh komponen jembatan, meliputi fondasi, pilar, abutment, gelagar hingga lantai jembatan berpotensi terdampak arus deras dan material longsoran.

"Selain itu, tim juga menilai stabilitas tanah di sekitar pilar dan abutment untuk memastikan tidak terjadi penurunan atau pergeseran membahayakan," katanya.

Sementara itu, Kepala Proyek HKI Fathoni mengatakan, seiring dengan pengecekan struktur, Kementerian PU juga melakukan penanganan penguatan tebing Sungai Batang Anai di sekitar jembatan.

Upaya itu meliputi pembersihan sedimen dan material sisa banjir bandang serta pemasangan geobag sebagai langkah darurat untuk menahan erosi dan mencegah gerusan lebih lanjut pada tebing sungai yang dapat mengancam fondasi jembatan.

"Kami fokus memastikan oprit jembatan terlindungi dari gerusan sungai. Pembersihan sedimen dan pemasangan geobag menjadi langkah awal agar struktur di sekitar jembatan tetap aman," terangnya.

Saat ini, akses jalan di kawasan Jembatan Kembar Margayasa sudah kembali bersih dan dapat dilalui setelah sebelumnya tertutup material banjir bandang.

Untuk mendukung pemulihan jalur darat di kawasan Lembah Anai, kendaraan roda dua dan roda empat jenis minibus diizinkan melintas pada pukul 17.00 WIB hingga 08.00 WIB, dengan pengaturan lalu lintas dan pengawasan ketat dari petugas di lapangan.

Kementerian PU terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat penanganan pascabencana, dengan tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan.

Hasil pengecekan struktur jembatan akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, baik berupa penguatan tambahan maupun perbaikan permanen, guna memastikan Jembatan Kembar Margayasa dapat kembali berfungsi optimal sebagai penghubung utama Padang–Bukittinggi.