JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin, 22 Desember, diperkirakan menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 19 Desember 2025, Kurs rupiah spot di tutup melemah 0,16 persen ke level Rp16.750 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup turun 0,07 persen ke level harga Rp16.735 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pergerakan rupiah cenderung bergerak stabil dengan peluang penguatan tipis dan kondisi tersebut ditopang oleh sentimen risk on di pasar global, terutama karena minimnya rilis data ekonomi menjelang akhir tahun.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat tipis atau terbatas didukung oleh sentimen risk on di tengah minimnya data-data ekonomi dipenghujung tahun," ujarnya kepada VOI, Senin, 22 Desember.
Namun demikian, Lukman menilai sentimen positif tersebut belum cukup kuat untuk mendorong penguatan rupiah secara signifikan, karena masih terdapat tekanan dari faktor domestik, khususnya terkait ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia.
"Sentimen risk on saja diperkirakan tidak akan banyak mendukung rupiah mengingat sentimen negatif domestik dari prospek pemangkasan suku bunga BI," ucapnya.
Sementara itu, Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan indeks dolar AS dipicu oleh data inflasi inti Amerika Serikat, yaitu Indeks Harga Konsumen (CPI) inti AS pada November 2025 tercatat turun ke level terendah sejak awal 2021.
Meski demikian, para ekonom mengingatkan bahwa penutupan sebagian pemerintahan AS selama 43 hari berpotensi memengaruhi akurasi sejumlah data ekonomi yang dirilis.
BACA JUGA:
Ibrahim juga menuturkan bahwa meskipun inflasi melandai dan membuka peluang penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve, pelaku pasar masih bersikap hati-hati, karena hal ini disebabkan data ketenagakerjaan AS yang masih menunjukkan kondisi cukup kuat.
"Fokus pasar hari ini adalah rilis indikator inflasi favorit The Fed, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), bersama dengan Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk rilis terakhirnya," tuturnya dalam keterangannya, dikutip Senin, 22 Desember.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin, 22 Desember dalam rentang harga Rp16.750 - Rp16.780 per dolar AS.
Sementara itu, Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.650 per dolar AS hingga Rp16.750 per dolar AS pada Senin, 22 Desember.