Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pasokan dan harga pangan jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) terkendali.

Bahkan, dia mengklaim, tak ada lonjakan harga hingga saat ini.

“Tadi kan sudah saya sampaikan. Pada dasarnya pasokan, terus harga juga terkendali. Tidak ada kenaikan signifikan,” katanya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, 16 Desember.

Kata Budi, harga pangan di pasaran masih terkendali. Meskipun, Budi mengakui harga sudah beranjak sedikit melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Rata-rata masih di atas HET sedikit. Tapi pada prinsipnya harga terkendali,” ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan kenaikan harga telur ayam ras terjadi hampir separuh wilayah Indonesia. Bahkan, mencapai 176 kabupaten/kota.

“Kenaikan telur ayam ras terjadi di 48,9 persen wilayah di Indonesia atau sekitar 176 kabupaten/kota,” tutur Pudji dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, dikutip dari YouTube Kemendagri, Selesa, 16 Desember.

Berdasarkan data BPS, rata-rata harga telur ayam ras mencapai Rp32.287 per kilogram (kg) atau naik 1,84 persen dibandingkan November 2025. Sementara, harga acuan penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kg.

Harga tertinggi mencapai Rp100.000 per kg di Kabupaten Mamberamo Tengah dan Kabupaten Intan Jaya, serta Rp90.000 per kg di Kabupaten Puncak Jaya. Sedangkan, harga terendah tercatat sebesar Rp24.333 per kg.

Sedangkan, rata-rata harga daging ayam ras tercatat di atas HAP, yaitu Rp40.039 per kg pada pekan kedua Desember 2025.

Adapun HAP konsumen daging ayam ras ditetapkan sebesar Rp40.000 per kg.

Pudji bilang, kenaikan ini daging ayam ras sebesar 4,02 persen dan terjadi di 63,33 persen wilayah di Indonesia atau sekitar 228 kabupaten/kota.

Berdasarkan data, kata Pudji, harga tertinggi daging ayam ras tercatat mencapai Rp100.000 per kg di Kabupaten Intan Jaya.

Kemudian, di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Arfak tercatat Rp80.000 per kg. Sedangkan, harga terendah berada di kisaran Rp23.200 per kg.