JAKARTA - Pemerintah melalui Posko Nasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) untuk Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan peningkatan konsumsi elpiji dan BBM selama periode natal dan tahun baru.
Ketua Posko Nataru ESDM, Erika Retnowati merinci, kenaikan konsumsi gasoline atau bensin diperkirakan mencapai 3,2 persen dibandingkan realisasi normal.
"Proyeksi penurunan demand pada gasoil sebesar 7,6 persen dibandingkan dengan realisasi normal," ujar Erika dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 15 Desember.
Sementara itu proyeksi penyaluran elpiji selama periode Posko Natal dan Tahun Baru diprediksi mengalami kenaikan sekitar 7,2 persen jika dibandingkan dengan rerata penyaluran normal.
"Kemudian demand untuk avtur naik sebesar 5,2 persen dan kerosin naik 4,3 persen dibandingkan dengan realisasi normal," sambung Erika.
Untuk memastikan kelancaran pasokan, Kementerian ESDM melalui. Ditjen Migas dan Pertamina menyiagakan 40 terminal elpiji, 736 SPPBE, dan 6.634 agen elpiji.
Prognosa ketahanan stok LPG nasional dalam kondisi aman dengan coverage day elpiji pada kisaran 12 hari. Kondisi stok elpiji dipertahankan tetap stabil dan disiapkan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya untuk wilayah dengan demand tinggi.
Sementara itu subholding gas berkomitmen dan secara konsisten menjaga keamanan dan kehandalan penyaluran gas bumi dari pemasok kepada 3.334 pelanggan komersial dan industri, 2.845 pelanggan kecil, lebih dari 817.000 pelanggan rumah tangga jargas.
BACA JUGA:
PGN juga memastikan penyakuran gas ke power plant melalui lebih dari 34.000 km jaringan pipa gas, 16 SPBG dan MRU, dan 3 LNG terminal yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota.
"Diprediksi akan terjadi penurunan volume niaga sebesar 5,4 persen dibandingkan dengan realisasi Nataru 2024," sambung Erika.