JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang guna mendukung pemulihan kondisi darurat pascabanjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Sebanyak tujuh paket PLTS dipasang di titik-titik pengungsian. Setiap unit berkapasitas 590 Wp, dilengkapi inverter 1.000 Wp, baterai 2.000 Wh, serta Solar LED 40 watt. Setiap unit PLTS dapat menyala selama 8 jam per hari.
Energi yang dialirkan kini menopang empat sektor vital Operasional Dapur Umum, Penerangan tenda pengungsian masyarakat, Penerangan Water Treatment Plant (WTP), Posko Relawan Pertamina Peduli.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan PLTS mulai beroperasi dan menerangi posko pengungsian Karang Baru, Aceh Tamiang, sejak kemarin.
Baron mengatakan bantuan PLTS tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Pertamina menyalurkan bantuan PLTS ini guna mendukung pemulihan kondisi darurat pascabencana,” kata Baron dalam keterangan resmi, Minggu, 14 Desember.
Baron mengatakan, hadirnya PLTS di pengungsian sangat membantu pengungsi dan relawan terutama untuk penerangan aktivitas di malam hari, sekaligus sebagai sarana untuk menambah daya baterai telepon seluler sebagai sarana komunikasi utama.
Sekadar informasi, hingga dua pekan pascabanjir bandang, daerah Aceh Tamiang masih terisolir. Sebagian besar wilayah ini hanya mampu diakses dengan berjalan kaki, dan beberapa bisa dengan kendaraan roda dua.
BACA JUGA:
Kondisi itu menyebabkan bantuan sulit menjangkau warga Aceh Tamiang. Tidak hanya makanan, listrik padam, dan air bersih pun juga sulit didapatkan.