JAKARTA - PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) menyampaikan, Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat) Seksi 4 Dolok Merawan–Pematang Siantar segmen Sinaksak–Simpang Panei sepanjang 13 kilometer (km) akan dioperasikan tanpa tarif.
Mengutip informasi yang dibagikan PT Hutama Marga Waskita, pengoperasian ruas tol tersebut tanpa tarif dilakukan guna mendukung kelancaran mobilitas jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Ada kabar baik, nih, menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, ruas Tol Sinaksak–Simpang Panei sepanjang 12,55 km siap dibuka secara gratis dalam waktu dekat," tulis manajemen Hutama Marga Waskita dalam akun Instagram resminya @hmwtollroad, Rabu, 10 Desember.
Dengan dibuka secara gratis ruas tol tersebut, perseroan berharap, dapat membantu masyarakat untuk segera berkumpul bersama keluarga di momen spesial akhir tahun.
"Tetap berkendara dengan bijak dan patuhi seluruh aturan serta rambu lalu lintas di jalan tol demi keselamatan bersama," imbaunya.
Sebelumnya, Hamawas selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melaporkan, kegiatan Uji Laik Fungsi (ULF) ruas Tol Sinaksak–Simpang Panei telah dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai Senin, 17 November hingga Rabu, 19 November.
Lingkup pemeriksaan pada ruas tol tersebut berada pada jalur A dan B KM 131+078 sampai dengan KM 143+400.
Setelah rangkaian pengujian lapangan dan pengecekan visual dilaksanakan, dilakukan pembahasan terkait hasil pemeriksaan teknis dari setiap sub tim pada Rapat Pleno Hasil Pemeriksaan yang dilaksanakan pada Rabu, 19 November.
Kegiatan dimulai dengan peninjauan lapangan oleh Sub Tim 1 bidang pemeriksaan teknis dan pengoperasian terdiri dari unsur penyelenggara jalan yaitu Kementerian Pekerjaan Umum (PU), unsur angkutan lalu lintas dan angkutan jalan.
Kemudian, Korlantas Polri dengan melakukan pemeriksaan terhadap rambu dan marka jalan, simpang sebidang, analisis dampak lalu lintas dan keselamatan jalan tol, struktur perkerasan jalan dan jembatan serta bangunan pelengkap jalan tol.
Sementara Sub Tim 2 bidang pemeriksaan administratif terdiri dari BPJT, Subdit Pengadaan Tanah JBH dan bidang keuangan, Pengelola Barang Milik Negara (PBMN) Ditjen Bina Marga melakukan pemeriksaan operasional dan kelengkapan dokumen administrasi, seperti pemeriksaan gardu tol, kendaraan operasional serta inventaris aset rumija jalan tol.
Direktur Utama PT Hutama Marga Waskita Dindin Solakhuddin menjelaskan, pelaksanaan ULF tersebut merupakan tahap penting sebelum ruas tol dapat beroperasi secara penuh.
BACA JUGA:
Melalui kegiatan itu, Hamawas memastikan seluruh aspek mulai dari keamanan, keselamatan hingga kelengkapan sarana dan prasarana telah memenuhi standar manajemen dan keselamatan lalu lintas.
Menurutnya, seluruh rangkaian ULF telah selesai dilaksanakan dan kini pihaknya tengah berupaya untuk evaluasi minor yang terdapat di lapangan.
"Kami optimistis semua proses ini dapat terlewati dengan baik, sehingga Sertifikat Laik Operasi (SLO) dapat segera terbit dan ruas Tol Sinaksak–Simpang Panei dapat segera beroperasi pada momen Nataru 2025/2026 mendatang," ujar dia dalam keterangan resmi, Kamis, 20 November.