Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah mempercepat penyelesaian konstruksi ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat) Seksi 4 Sinaksak–Simpang Panei.

Sebelumnya, Hamawas telah menyelesaikan sebagian Seksi 3 Junction Tebing Tinggi–Interchange Dolok Merawan serta sebagian Seksi 4 Interchange Dolok Merawan–Interchange Sinaksak dan telah beroperasi secara penuh pada 2024.

Hamawas mencatat, hingga saat ini, progres pembangunan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat) Seksi 4 Sinaksak–Simpang Panei sepanjang 28 kilometer telah mencapai 95 persen.

Direktur Teknik Hamawas Jimmy Leonard menargetkan, ruas Tol Seksi 4 ini bisa selesai konstruksi pada September 2025.

"Sehingga, diharapkan dapat digunakan masyarakat ketika momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 15 Mei.

Jimmy menjelaskan, jalan tol ini akan dilengkapi dengan dua gerbang tol (GT) yang masing-masing terletak di Sinaksak dan Simpang Panei. GT Simpang Panei dirancang untuk mempermudah akses ke Ibu Kota Kabupaten Simalungun serta memperpendek jarak menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

"Jika biasanya dari Medan menuju Raya memakan waktu 3 jam, kini dapat ditempuh menjadi 1 jam 30 menit saja," ucapnya.

Selain dua GT, jalan tol ini juga dilengkapi dengan dua simpang susun (SS), empat jembatan dan tujuh overpass serta memiliki lebar jalur sebesar 3,6 meter dengan jumlah lajur 2×2 yang akan menambah kenyamanan pengguna jalan tol.

Menurut Jimmy, GT Simpang Panei juga mengadopsi kearifan lokal dengan menampilkan Pinar Uluni Horbou yang merupakan patung kepala kerbau menjadi ikon dan simbol serta budaya dari masyarakat yang ada di Kabupaten Simalungun.

Namun demikian, Jimmy tak menampik adanya sejumlah kendala dalam membangun ruas tol ini, seperti kondisi tanah pasir di lapangan. Hamawas, kata dia, harus melakukan penanganan tanah dengan metode soil replacement dengan menggunakan material tanah pengganti telah lolos uji laboratorium agar tercapainya kepadatan dan daya dukung tanah yang disyaratkan.

"Tantangan lainnya, yakni keberadaan tanah batu keras di beberapa titik memerlukan penggunaan alat berat, seperti breaker untuk mendapatkan elevasi yang diinginkan guna mendukung kelancaran proses penggalian, sehingga percepatan konstruksi terus dilakukan," terang Jimmy.

Oleh karena itu, dalam pembangunan Tol Seksi 4 ini, Hamawas berkomitmen memberikan hasil terbaik. "Sehingga, kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan ruas Tol Sinaksak–Simpang Panei ini dapat segera rampung, sehingga memberikan manfaat dan konektivitas cepat kepada masyarakat," pungkasnya.

Adapun kehadiran Tol Sinaksak–Simpang Panei ini tidak hanya mempercepat akses menuju destinasi unggulan Danau Toba, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja.

Dengan demikian, bisa memberikan kesempatan kepada ratusan tenaga kerja, baik dari lokal maupun wilayah sekitar dan mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur strategis nasional.