JAKARTA - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mendukung rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan konsolidasi atas Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) 1 agar memperkecil jumlah bank di Indonesia.
Ketua Umum Perbanas yang juga merupakan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Hery Gunardi mengatakan KBMI 1 saat ini berjumlah 65 bank dan didominasi oleh bank daerah dan swasta. Dari sisi permodalan, ia menilai KBMI 1 cukup baik dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 31,50 persen
"Permodalan mereka CAR-nya on average secara industri itu masih berkisar sekitar 31,5 persen," ujar Hery di Jakarta, Senin, 8 Desember.
Kendati demikian, dari sisi pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) KBMI 1 terbilang masih rendah yakni sebesar 1,60 jika dibandingkan dengan bank besar lainnya yang tercatat sebesar 3,38 persen.
Sementara itu dari sisi efisiensi, bank KBMI 1 belum mampu menjaga Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang terbukti dari rasio BOPO sebesar 83 persen, sementara KBMI 4 hanya sebesar 64 persen.
"Ini yang memang menurut kita bahwa perlu kita sikapi ke depannya ajakan yang disampaikan OJK untuk melakukan konsolidasi itu udah mudahan bisa terjadi," beber Hery.
Ia juga menilai langkah OJK yang mengusulkan konsolidasi ini cukup baik untuk menciptakan sektor perbankan yang lebih efisien, produktif dan lebih berdaya saing.
Lebih lanjut Hery juga mengatakan sejatinya ukuran suatu bank sangat berpengaruh terhadap perkembangan ke depan.
"Size does matters. Artinya, bank itu harus mempunyai economic scale tertentu," kata dia.
BACA JUGA:
Menurutnya, bank dengan modal inti di bawah Rp10 triliun sulit berkembang jika dibandingkan dengan bank dengan modal di atas Rp10 triliun.
Hal ini tercermin dari sulitnya mendapatkan margin juga dan investasi investasi.
"Kalah tuh sama yang bank KBMI 4 dari sisi jumlah cabang, ATM, mobile banking, karyawan dan sebagainya itu kalah bersaing. Jadi butuh skala yang besar," tandas Hery.