Bagikan:

JAKARTA - Shell Indonesa mengungkapkan jika proses pembelian BBM murni atau base fuel dari Pertamina Patra Niaga telah memasuki tahap akhir. Padahal, sebelumnya Kementerian ESDM menyatakan Shell telah sepakat membeli base fuel sebesar 100.000 barel.

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menegaskan jika hingga saat ini proses pembahasan business to business masih berlangsung.

"Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini pembahasan business-to-business (B2B) terkait pasokan impor base fuel dari Pertamina Patra Niaga memasuki tahap akhir," ujar Inggrid sat dikonfirmasi VOI, Kamis, 27 November.

Sebelumnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan, Shell Indonesia telah sepakat membeli BBM murni atau base fuel dari Pertamina Patra Niaga sebesar 100.000 barel.

"Kurang lebih 100.000 barrel ya," ujar Yuliot kepada awak media, Selasa, 25 November.

Ia menambahkan, kedua badan usaha ini sepakat untuk melakukan serah terima BBM pada 24 atau 25 November 2025.

"Ini direncanakan, tanggal 24 atau 25 ini sudah sampai di tempat titik serah yang disepakati antara Pertamina dengan Shell," ucap Yuliot.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman juga mengungkapkan Shell Indonesia telah sepakat untuk membeli base fuel dari Pertamina. Dengan demikian pasokan BBM di SPBU berlogo kerang ini akan mulai terisi pada akhir bulan ini.

"Shell sudah final negosiasi," ujar Laode kepada awak media dikutip Selasa, 25 November.

Dikatakan Laode, saat ini kargo yang memuat BBM murni untuk Shell melalui telah memasuki tahap persiapan untuk diberangkatkan ke Indonesia. Kendati demikian Laode tidak mengungkapkan berapa besar volume BBM yang dipasok Pertamina ke SPBU berlogo kerang ini.