Bagikan:

JAKARTA - Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin angkat suara soal gangguan yang kerap terjadi di lintas Green Line rute Stasiun Tanah Abang-Rangkasbitung. Saat ini, dia bilang pihaknya sedang melakukan kajian, termasuk juga soal kepadatan penumpang di jalur tersebut. 

Bobby mengakui pola pergerakan penumpang di lintasan tersebut tidak merata. Kondisi itu menimbulkan beban berbeda antara perjalanan pada pagi dan sore hari.

“Nah, green line ini kita lagi (kaji). Jadi gini, ternyata memang kan traffic itu kan tidak merata. Jadi kalau pagi, stasiun-stasiun penyuplai di luar Jakarta itu penuh,” tuturnya saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 25 November.

Menurut Bobby, beban pada pagi hari masih relatif tersebar karena penumpang berasal dari banyak stasiun penyangga.

“Tapi alhamdulillah kalau pagi, itu kan stasiun-stasiun penyuplai ini tersebar. Jadi Green Line-nya tidak begitu mepetlah,” ujarnya.

Namun, kata Bobby, kondisi berbalik ketika jam pulang tiba. Penumpang terkonsentrasi pada dua titik besar, sehingga membuat lintas semakin padat dan rentan bermasalah.

“Nah, ketika balik sore, ini kan sebaliknya. Di mana itu ngumpul kalau tidak di Manggarai, di Tanah Abang,” terangnya.

Bobby mengaku sedang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan pada lintas green line tersebut. Termasuk opsi penyesuaian pola operasi.

“Kita lagi coba lakukan juga sesuatu seperti modifikasi. Modifikasi dari apakah nanti kita atur ulang flow-nya. Apa kita nanti melihat ada proteksi tambahan,” katanya.

Kata Bobby, apapun keputusan yang nantinya diambil, harus dikaji dengan cermat karena menyangkut keamanan perjalanan. 

“Ini kita lagi kaji dan hitung, yang penting bagi kami adalah seperti yang saya sampaikan tadi, keselamatan pelanggan itu nomor satu,” tegas Bobby.