Bagikan:

YOGYAKARTA - Rasio Likuiditas Adalah metrik keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini sangat penting untuk menilai apakah perusahaan memiliki aset/aktiva lancar yang cukup untuk membayar utang yang segera jatuh tempo. Dengan memahami rasio likuiditas, pelaku bisnis dapat menilai kesehatan finansial perusahaan secara lebih objektif.

Dalam praktiknya, rasio likuiditas menjadi alat analisis yang membantu investor, kreditor, dan manajemen dalam mengambil keputusan strategis. Rasio ini juga digunakan untuk memonitor arus kas perusahaan agar tetap stabil dalam menjalankan operasional sehari-hari. Oleh sebab itu, perusahaan perlu menjaga rasio likuiditas pada angka yang ideal.

Agar lebih memahaminya, simak pengertian rasio likuiditas, jenis, dan contoh perhitungannya dalam artikel di bawah ini.

Rasio Likuiditas Adalah

Dikutip dari laman Investopedia, rasio likuiditas adalah ukuran yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utang jangka pendeknya. Jenis rasio ini mencakup current ratio, quick ratio, dan cash ratio

Secara umum, semakin tinggi rasio likuiditas, semakin likuid sebuah perusahaan dan semakin baik kemampuannya dalam menutup utang yang masih harus dibayar.

Istilah likuiditas merujuk pada kemampuan sebuah aset untuk dengan cepat dan mudah dikonversi menjadi kas tanpa biaya yang besar. Rasio likuiditas paling efektif ketika digunakan dalam bentuk perbandingan, baik secara internal maupun eksternal.

Analisis internal dilakukan dengan membandingkan rasio likuiditas dari beberapa periode akuntansi yang menggunakan metode pencatatan yang sama. Perbandingan antara periode sebelumnya dan periode sekarang membantu analis melihat perkembangan atau perubahan dalam kinerja perusahaan.

Analisis eksternal dilakukan dengan membandingkan rasio likuiditas suatu perusahaan dengan perusahaan lain atau dengan rata-rata industri. Informasi ini bermanfaat untuk menilai posisi strategis perusahaan dibandingkan para pesaing dan menetapkan target kinerja yang lebih tepat.

Jenis Rasio Likuiditas

Di atas telah disebutkan bahwa rasio likuiditas dibagi menjadi tiga, yakni current ratio, quick ratio, dan cash ratio. Berikut penjelasan tiga jenis rasio likuiditas tersebut:

  1. Current Ratio

Current ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancar (jatuh tempo dalam satu tahun) menggunakan aset lancarnya, seperti kas, piutang usaha, dan persediaan.

Semakin tinggi nilai current ratio, semakin baik kondisi likuiditas perusahaan. Current ratio dapat dihitung dengan rumus berikut:

Current Ratio= Aset Lancar/Kewajiban Lancar

  1. Quick Ratio

Quick ratio adalah jenis rasio likuiditas yang menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset yang paling likuid. Karena itu, persediaan tidak dimasukkan dalam perhitungan. Rasio ini juga dikenal dengan istilah acid-test ratio.

Berikut rumus yang dapat digunakan untuk menghitung quick ratio:

Quick Ratio = (Uang Tunai + Piutang + Surat Berharga) / Kewajiba Lancar

  1. Cash Ratio

Sedangkan cash ratio digunakan untuk membandingkan cashflow dengan tagihan yang saat ini harus dibayar. Cash flow mengacu pada uang tunai yang dimiliki perusahaan atau setara kas, seperti surat berharga, tagihan treasury, dan lain sebagainya.

Untuk menghitung cash ratio, Anda bisa menggunakan rumus berikut:

Cash ratio = (Uang Tunai + Surat Berharga)/Kewajiban Lancar

Contoh Perhitungan Likuiditas Perusahaan

PT XXX mempunyai aset lancar sebesar RP800 juta, kas sebesar 200 juta dan surat berharga Rp 400 juta. Selain itu, perusahaan juga mempunyai utang lancar sebesar Rp 200 juta dan persediaan barang senilai RP800 juta. Hitung current ratio, cash ratio, dan cash ratio perusahaan XXX.

Jawaban:

  1. Perhitungan Current Ratio

Current Ratio= Aset Lancar/Kewajiban Lancar

Current Ratio= Rp800 juta/Rp100 juta

Current Ratio: 4

Hasil perhitungan current ratio PT XXX, senilai 2, yang bermakna perusahaan mempunyai likuiditas yang baik.

  1. Perhitungan Quick Ratio

Quick Ratio = (Uang Tunai + Piutang + Surat Berharga) / Kewajiban Lancar

Quick Ratio = (Rp200 juta + Rp200 juta + Rp400 juta) / Rp200 juta

Quick Ratio = 4

Hasil perhitungan quick ratio PT XXX juga senilai 4 yang berarti perusahaan mempunyai kemampuan finansial yang sangat bak.

  1. Cash Ratio

Cash ratio = (Uang Tunai + Surat Berharga)/Kewajiban Lancar

Cash Ratio= (Rp200 Juta + Rp400 juta) / Rp200 juta:

Cash Ratio= 3

Hasil perhitungan cash ratio yakni 3, menunjukkan bahwa kas perusahaan sangat baik.

Demikian informasi tentang rasio likuiditas. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.id.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+