YOGYAKARTA – Dalam penciptaan cerita pendek, baik fiksi maupun nonfiksi, sudut pandang adalah unsur intrinsik yang penting untuk diperhatikan. Bahkan unsur ini jadi salah satu cara membuat deskripsi cerita yang menarik. Sudut pandang (point of view) membantu bagaimana cerita akan ditulis. Selain itu sudut pandang cerpen ikut menentukan kemudahan pembaca dalam memahami cerita. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.
Mengenal Sudut Pandang Cerpen
Mengutip buku Buku Ajar Kajian Prosa Fiksi yang ditulis oleh Sri Widayati, sudut pandang adalah cara dan atau pandangan yang digunakan pengarang untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan peristiwa pembentuk cerita.
Sudut pandang juga dapat dipahami sebagai cara sebuah cerita dikisahkan. Tidak hanya dalam cerita pendek, namun dalam novel atau karya sastra lainnya.
Jenis Sudut Pandang Karya Sastra
Dalam penyusunan cerita, pengarang memiliki kebebasan dalam menentukan sudut pandang. Ada beberapa jenis sudut pandang yang bisa digunakan yakni sebagai berikut.
- Sudut Pandang Persona Ketiga
Sudut pandang ini memposisikan narator sebagai pihak yang mengetahui cerita namun ia berada di luar cerita. Dalam penyusunannya, pengarang akan menempatkan dirinya sebagai narator di sebuah cerita yang menceritakan tokoh utama dengan sebutan nama atau kata gantinya (ia, dia, mereka).
Sudut pandang ini dibagi menjadi dua jenis yakni narator yang mahatau dan narator yang terbatas. Narator mahatau artinya mengetahui seluruh hal yang terjadi di dalam cerita. Sedangkan narator terbatas hanya menyampaikan apa yang diketahui saja. Biasanya pengetahuan narator terbatas pada satu tokoh saja, sedangkan tokoh lain akan dibuat seolah misterius.
Contoh sudut pandang persona ketiga adalah sebagai berikut.
Lila melangkah di hutan senyap, diikuti bayangan yang tak pernah ia kenali. Pohon-pohon berbisik, seolah menyimpan rahasia. Di tengah lingkaran batu, sebuah cermin tua berpendar. Ketika Lila menatapnya, ia melihat dirinya tersenyum—bukan wajahnya, melainkan sesuatu yang lain, menunggu untuk keluar.
- Sudut Pandang Persona Pertama
Dalam pengisahan cerita, narator adalah tokoh yang terlibat di sebuah cerita. Biasanya narator akan menggunakan kata ganti “aku” yang mengisahkan peristiwa atau jadi tokoh utama dalam cerita. Teknik ini memungkinkan pembaca untuk merasakan semua hal yang dirasakan oleh tokoh “aku” saja. Sedangkan tokoh lain menjadi pelengkap cerita.
Sudut pandang persona pertama dibedakan menjadi dua golongan berdasarkan peran serta kedudukan “aku” di sebuah cerita yakni “aku” tokoh pertama dan “aku” tokoh pendamping.
“Aku” tokoh pertama akan menceritakan semua hal yang dirasakan termasuk pengalaman batin dan kejadian nyata dalam cerita. Sedangkan pada tokoh pendamping, “aku” tidak menjadi tokoh utama namun sebagai tokoh utama yang mengetahui cerita.
Berikut ini contoh cerita menggunakan sudut pandang persona pertama.
Aku duduk di tepi jendela, menyaksikan hujan jatuh seperti tirai. Dulu, ini rumah kita. Sekarang, hanya aku yang tersisa, bersama kenangan yang mengisi ruang kosong. Suaramu masih menggema di sini, tapi hanya angin yang menjawab. Aku tersenyum, pahit, lalu menutup tirai perlahan.
- Sudut Pandang Campuran
Teknik ini memadukan antara “dia” serba tahu dan “dia” sebagai pengamat. Pengarang akan menggunakan “aku” sebagai tokoh utama sekaligus tambahan yang memperkuat cerita.
Berikut ini contoh cerpen yang menggunakan teknik sudut pandang campuran.
BACA JUGA:
Di malam sunyi, Ana menangis di kamar, merasa dikhianati oleh sahabatnya. "Kenapa dia tega?" batinnya. Dari luar, Bima memandang jendela itu dengan rasa bersalah. Sedangkan aku termenung di ruang tamu meratapi kisah Ana dan Bima dalam sunyi. Di kejauhan, bulan menyaksikan segalanya. Meski bulan diam, namun ia tahu kisah mereka.
Itulah informasi terkait sudut pandang cerpen. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.